Kejadian Pasca Imunisasi Tidak Terjadi Pada Semua Orang, Lakukan Ini Setelah Anak Imunisasi

perhatikan dan pantau beberapa kondisi tubuh yang menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman

Kejadian Pasca Imunisasi Tidak Terjadi Pada Semua Orang, Lakukan Ini Setelah Anak Imunisasi
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
dr Rismiarini 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) masih menjadi hal yang ditakuti oleh kebanyakan orang. Terutama bagi orang tua, yang menghawatirkan kesehatan anaknya pasca melakukan imunisasi.

KIPI atau efek samping pasca imunisasi adalah reaksi tubuh pasien yang bisa saja terjadi beberapa saat setelah melakukan imunisasi atau vaksinasi.

Namun perlu diingat KIPI tidak selalu terjadi pada semua orang yang melakukan imunisasi. Munculnya gejala ringan lebih sering terjadi dibanding timbulnya radang atau alergi serius terhadap vaksin.

Baca: Banyak Pilihan Kuliner Jadi Kebanggaan Palembang di Pesta Asian Games 2018

Seperti yang disampaikan oleh dr Rismiarini SpA(K), dalam acara kampanye Imunisasi Campak dan Rubella yang berlokasi di Hotel Amaris Palembang, Kamis (2/8/2018).

Ia menjelaskan jika pada umumnya reaksi terhadap obat dan vaksin dapat merupakan reaksi simpang atau kejadian lain yang bukan terjadi akibat efek langsung vaksin.

"Bisa saja ketika anak diimunisasi memang keadaannya sedang tidak sehat, atau mungkin saja ada penyebab lain, intinya tidak semua orang akan mengalami KIPI setelah diimunisasi,"jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan pasca melakukan imunisasi.

Baca: 2 Hotspot di OKU Timur Sudah Hilang, Perusahaan Diultimatum Waspada Karhutla

"Sebaiknya perhatikan dan pantau beberapa kondisi tubuh yang menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman, semua gejala KIPI dapat muncul dalam hitungan menit hingga jam pasca imunisasi," ungkapnya.

Munculnya rasa nyeri atau timbulnya radang bisa saja terjadi pasca imunisasi. Namun bila tidak bertambah parah, maka rasa sakit tersebut tidak membutuhkan penanganan yang lebih serius.

Dalam kesempatan itu, dr. Rismiarini, Sp.A(K), menambahkan pentingnya melakukan imunisasi campak dan rubella dengan memberikan vaksin Measles Rubella (MR).

"Campak dan Rubella dapat menyerang semua orang. Laki-laki maupun perempuan yang belum pernah divaksinasi memiliki resiko yang lebih tinggi terkena dan tertular virusnya," ujarnya.

Baca: Dramatis, 10 Detik Terakhir Vamos Berhasil Cetak Gol, Skor Akhir Vamos Mataram 3-3 Dalian

Perlu diketahui saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berkomitmen kuat untuk mewujudkan eliminasi campak dan rubella di Indonesia pada tahun 2020.

Kampanye imunisasi Campak dan Rubella atau Measles Rubella (MR) adalah upaya pencegahan penularan penyakit campak dan rubella dimasyarakat, dengan cara pemberian vaksin MR secara masal pada anak usia 9 bulan sampai usia kurang dari 15 tahun.

"Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program tahun lalu yang diadakan di 6 pulau Jawa, saat ini merupakan fase kedua yang akan di adakan pada 28 Provinsi di seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua," pungkasnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved