Kebakaran Hutan dan Lahan

Lahan Milik Perusahaan di PALI Terbakar, Asapnya Kepung Desa dan Ganggu Pernapasan Warga

Lahan tersebut bukan lahan gambut melainkan lahan berair dan sebagian lahan tidur

Lahan Milik Perusahaan di PALI Terbakar, Asapnya Kepung Desa dan Ganggu Pernapasan Warga
Tribun Sumsel/ Ari Wibowo
Seorang pria berusaha memadamkan kebakaran lahan PT LKK di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Rabu(1/8/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI-Lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Laras Karya Kahuripan (LKK) yang terletak di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar pada Rabu sore (1/8/2018).

Kepulan asap pekat pun sempat mengepung beberapa desa sekitar lokasi kebakaran dan mengganggu aktivitas warga setempat.

"Sekitar jam 4 sore (1/8) asap pekat mengganggu pernapasan kami, dan setelah kami telusuri, rupanya lahan milik perusahaan LKK terbakar," kata kepala Desa Tempirai Barat, Dedi Handayani, Kamis (2/8/2018).

Baca: Persiapan HUT RI ke 73 : Tangan Paskibra OKI Pembawa Baki Sampai Gemetar Saat Serahkan Bendera

Dedi berharap kebakaran lahan gambut tidur dikelola secara intensif dan diawasi agar tidak terjadi kebakaran lahan yang berdampak dengan masyarakat.

"Kami minta kepada pihak perusahaan yang memiliki lahan tidur atau gambut untuk lebih intensif melakukan patroli dan sesegera mungkin mengatasi kebakaran agar api dan asapnya tidak menyebar dan mengganggu aktivitas masyarakat lain," katanya.

Akibat kejadian itu, puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) PALI langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan api.

Baca: Bupati Ini Bikin Siswa Tidak Takut Imunisasi, Cara Uniknya Buat Anak-anak Gembira dan Semangat

"Sekitar satu hektar lebih lahan tersebut terbakar, dan beruntung kita bisa segera menjinakan api sehingga tidak meluas ke lahan lainnya," ujar kepala BPBD PALI, Junaidi.

Dia mengatakan lahan tersebut bukan lahan gambut melainkan lahan berair dan sebagian lahan tidur. Dimana lahan yang terbakar menjadi perbatasan antara lahan perusahaan dengan lahan milik warga.

"Kesulitan kami adalah akses menuju lokasi kebakaran sulit di jangkau, setiap kali ada lahan perusahaan terbakar, kami membuka jalur terlebih dahulu agar armada dan peralatan kita bisa masuk. Hal itulah yang memperlambat pemadaman," ujarnya.

Junaidi mengingatkan pihak perusahaan maupun masyarakat harus tetap waspada dan menjaga lahannya agar terhindar dari kebakaran.

"Segera hubungi kami apabila terjadi kebakaran lahan, dan kami juga meminta kerja sama semua elemen dalam informasi adanya kejadian kebakaran lahan," jelas Junaidi.

Cp/ kebakaran lahan PT LKK di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Rabu(1/8) sore.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved