Kebakaran Hutan dan Lahan

Gunung Dempo Ditutupi Kabut Asap, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pagaralam Sebut Itu Asap Kiriman

Dari ketinggian Gunung Dempo kawasan perkotaan tidak tampak akibat terselimuti kabut asap, meskipun tidak tebal.

Gunung Dempo Ditutupi Kabut Asap, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pagaralam Sebut Itu Asap Kiriman
Sriwijaya Post/ Wawan Septiawan
ampak Gunung Dempo yang terselimuti kabut asap. Akibatnya Gunung Dempo tidak terlihat saat siang hari, Selasa (1/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Dampak kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau mulai dirasakan masyarakat Kota Pagaralam. Kabut asap mulai menyelimuti Kota Pagaralam. Bahkan akibat kabut asap tersebut Gunung Dempo mulai tidak tampak.

Kondisi ini juga terlihat di kawasan perkotaan. Tampak dari ketinggian Gunung Dempo kawasan perkotaan tidak tampak akibat terselimuti kabut asap, meskipun tidak tebal.

Informasi yang dihimpun Selasa (1/8/2018), kabut asap diduga disebabkan ada beberapa kawasan hutan dan belukar di kawasan Kota Pagaralam mulai terbakar.

Baca: Gadis Ini tak Percaya Pergi Haji di Usia Muda, Peraturan Baru Ini Menghindarinya dari Daftar Tunggu

Bahkan belum lama ini kawasan hutan di Lematang Indah dan Liku Endikat dikabarkan terbakar.

Salah satu warga Kota Pagaralam, Rendi mengatakan, memang kabut asap yang menyelimuti Kota Pagaralam belum terlalu tebal dan belum menganggu aktivitas warga. Namun di atas langit Pagaralam asap sudah tampak jelas.

"Biasanya pagi-pagi Gunung Dempo masih terlihat, namun saat ini meskipun cuaca cerah Gunung Dempo dan kawasan Kota tidak terlihat karena terselimuti asap," katanya.

Baca: Ashanty Lulus Wisuda S2, Anang Hermansyah Tulis Caption Romantis Ini Buat Sang Istri

PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pagaralam, Joni melalui Kabid P4LH, Bonsen Hendi membenarkan bahwa kabut yang ada di Pagaralam merupakan kabut asap. Namun dipastikan kabut ini merupakan kabut kiriman.

"Sampai saat ini kebakaran hutan di Pagaralam belum menyebabkan kabut asap. Jadi kabut asap ini diduga kiriman dari daerah lain," ujarnya.

Terkait kualitas udara akibat kabut asap yang ada di Pagaralam saat ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah masih dalam batas normal atau tidak.

"Kita tidak bisa menyatakan kabut asap di Pagaralam ini mempengaruhi kualitas udara di Pagaralam. Pasalnya belum ada penngujian langsung. Namun dijadwalkan minggu ini akan ada pengujian kwalitas udara oleh pihak Provinsi," katanya.(SP/Wawan Septiwan)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help