Berita Politik

Dimusim Pemilu Berbeda Posisi 'Dihajar', Apa Makna Cuitan SBY ?

Salah satunya terkait The Bottom 40 yang dimana, SBY harus mengklarifikasi melalui akun twitternya

Dimusim Pemilu Berbeda Posisi 'Dihajar', Apa Makna Cuitan SBY ?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Rapimnas Partai Demokrat di Jakarta. Minggu (18/5/2014). Rapimnas ini mengagendakan pengambilan keputusan beberapa pilihan terkait pilpres mendatang yakni berkoalisi dengan parpol lain membentuk poros baru atau mengambil sikap sebagai partai oposisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan di tahun politik jelang pemilihan umum, banyak yang salah mengartikan setiap pernyataan yang dilontarkan.

Salah satunya terkait The Bottom 40 yang dimana, SBY harus mengklarifikasi melalui akun twitternya yang ditandai dengan *SBY*.

Baca: Gerindra-Demokrat Kian Mesra, Direktur Pencapresan PKS Ingatkan Prabowo

Baca: Tutut Soeharto Penyuka Hewan Buas, Beruang dan Harimau Pernah Dipeluknya

Baca: Pengamat Nilai AHY Diprediksi Paling Kuat di Pilpres 2024, Faktornya Karena Prabowo

Dimana Banyak yang salah mengerti the bottom 40 persen, kemudian langsung berikan sanggahan, memang tak benar jumlah penduduk miskin 100 juta orang.

Untuk diketahui istilah the bottom 40 persen digunakan oleh World Bank Group, dijelaskannya yaitu 40 persen penduduk 'golongan bawah' di masing-masing negara.

Kemudian dalam cuitan selanjutnya, satu jam lalu SBY pun menutup klarifkasi terkait 100 juta penduduk miskin dengan sebuah sindiran.

Belum diketahui kalimat sindiran itu dilontarkan kepada pihak mana. Dalam tweetnya tersebut di akun @SBYudhoyono yang tercentang biru, berikut komentar dia.

Biasanya dlm musim pemilu, kalau berbeda posisi langsung DIHAJAR. Saya bukan tipe manusia seperti itu. Kalau benar harus saya dukung *SBY*

Sebelumnya, SBY memberikan klarifikasi terkait kabar yang selama ini beredar, mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia.

Klarifikasi ini diberikan SBY yang ia tulis langsung melalui Twitter miliknya, @SBYudhoyono dengan menyertakan tanda *SBY*, Rabu (1/8/2018).

Ia menganggap banyak yang salah mengartikan pernyataan dirinya terkait istilah the bottom 40 persen.

SBY menyanggah jika maksud dirinya seperti yang banyak dibicarakan selama ini, jika jumlah penduduk miskin berjumlah 100 juta orang.

Namun, maksud the bottom 40 persen adalah istilah yang digunakan oleh World Bank yakni 40 persen penduduk golongan bawah yang ada di masing-masing negara.

Selain itu, ia pun juga mengakui keberhasilan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang telah menurunkan angka kemiskinan.

Penulis: Siemen Martin
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help