Berita Prabumulih

Enam Hari Buka Belum Ada Satupun Calon Legislatif Mendaftar

Sejak mulai dibuka pada Rabu (4/7/2018) lalu, hingga Senin (9/7/2018) belum ada satupun calon legislatif dari partai politik

Enam Hari Buka Belum Ada Satupun Calon Legislatif Mendaftar
tribunsumsel.com/Edison Bastari
Gedung KPUD Prabumulih 

TRIBUNSUMSEL.COM,PRABUMULIH - Sejak mulai dibuka pada Rabu (4/7/2018) lalu, hingga Senin (9/7/2018) belum ada satupun calon legislatif dari partai politik yang mendaftar dan memasukkan berkas ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kota Prabumulih.

"Sudah enam hari pendaftaran bakal calon legislatif dibuka namun hingga saat ini belum ada satupun dari partai yang mendaftar ke KPU Prabumulih," ungkap Sekretaris KPU Kota Prabumulih, Dinerson SH MH kepada wartawan.

Dinerson mengatakan, belum adanya calon legislatif yang mendaftar tersebut diduga disebabkan masih kesulitan mengurus berkas yang harus dilengkapi dan cukup banyak. "Kebanyakan calon legislatif itu mulai mengurus berkas setelah syarat keluar dari KPU, sehingga baru beramai-ramai mengurus, itu juga jadi kendala karena jika ramai tentu akan membuat petugas tempat membuat menjadi kerepotan," bebernya.

Lebih lanjut Dinerson menyebutkan, satu diantara persyaratan yang cukup sulit dipenuhi dalam pencalonan itu seperti surat tes kesehatan rohani. "Tes kesehatan Rohani ini hanya di rekomendasikan ada beberapa Rumah Sakit yang ditunjuk saja untuk wilayah Sumsel, untuk di Prabumulih sendiri tidak ada rumah sakit ditunjuk," lanjutnya.

Beberapa rumah sakit terdekat dari Prabumulih untuk calon legislatif mengikuti tes seperti di RSUD Bari kota Palembang, RSUD Rabain Muaraenim, RSUD Siti Aisyah dan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. "Untuk tes kesehatan rohani ini berdasarkan rumah sakit ditunjuk saja sementara calon pasti banyak dan daerah banyak, kemungkinan tidak akan tertampung dan petugas rumah sakit harus ekstra bekerja," katanya.

Selain surat tes kesehatan rohani itu, para calon legislatif juga harus melengkapi berkas surat keterangan catatan kepolisian dan surat tidak pernah dipidana di Pengadilan negeri. "Karena ada dalam persyaratan pencalonan jika calon legislatif tak boleh mantan narapidana masing-masing mantan napi narkoba, mantan napi pelecehan seksual dan mantan napi korupsi," tuturnya.

Dinerson menambahkan, jika dilihat dari jumlah partai dan perubahan daerah pemilihan baru saat ini kemungkinan warga yang akan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Prabumulih akan banyak.

"Partai saja ada 16, kemungkinan akan banyak yang maju karena dapil baru. Dapil 1 menjadi Kecamatan Prabumulih Barat, Rambang Kapak Tengah (RKT) dan Kecamatan Selatan dengan jumlah kursi 9. Dapil 2 Kecamatan Prabumulih Utara dan Cambai dengan jumlah 7 kursi dan dapil 3 hanya Kecamatan Prabumulih Timur dengan 9 kursi," tambahnya.

Terpisah, Tris yang merupakan satu diantara bakal calon legislatif ketika diwawancarai membenarkan jika pihaknya saat ini tengah melakukan pengurusan berkas dan kesulitan dalam mengurus kesehatan karena harus di luar kota.

"Berkas lainnya bisa diurus di kota Prabumulih, nah untuk tes kesehatan rohani ini harus datang ke Palembang kita karena rumah sakit di Prabumulih tidak bisa sesuai yang ditunjuk KPU," katanya ketika dibincangi

Penulis: Edison
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help