Berita OKU Selatan

Mati Mesin, Truk Muatan Sembako di Muaradua OKUS Terperosok Masuk ke Jurang

Diduga mati mesin dan hilang kendali saat hendak menanjak ditebingan jalan Jagaraga, truk kuning dengan

Mati Mesin, Truk Muatan Sembako di Muaradua OKUS Terperosok Masuk ke Jurang
Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Mati Mesin, Truk Muatan Sembako di Muaradua OKUS Terperosok Masuk ke Jurang 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Diduga mati mesin dan hilang kendali saat hendak menanjak ditebingan jalan Jagaraga,

truk kuning dengan nopol BE 9944 GJ yang bermuatan sembako jatuh terperosot ke dalam jurang dengan kedalaman puluhan meter, Kamis (7/6/2018), sekira pukul 04.00 WIB pagi.

Baca: Penukaran Uang Baru di BSB Cabang Muaraenim Capai Rp 10 Milyar

Beruntung dalam kecelakaan tunggal yang dikemudikan oleh Wansi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Akan tetapi di lokasi, sembako berserakan seperti ratusan botol minyak sayur, puluhan karung tepung dan beras, roti, sirup dan barang dagangan sachet berserakan di dalam jurang bersama kendaraan yang masih terguling.

Baca: Hadapi Lebaran, Bank Mandiri Siapkan 1 Triliun Uang Tunai di 1028 ATM

Diceritakan Arif, salah seorang saksi mata kecelakaan yang terjadi sekira pukul 04.00 WIB tersebut, kecelakaan terjadi lantaran kendaraan mati mesin ditengah-tengah tebing hingga terjadi hilang kendali.

"Saat hendak menanjak, tiba-tiba mati mesin dan kendaraan tidak bisa dikendalikan melaju mundur kekiri hingga terperosot jatuh kejurang," ujarnya.

Baca: Setelah Razan al Najjar, Pemuda dari Keluarga Aktivis Palestina Ditembak Jarak Dekat Tentara Israel

Dikatakannya, mobil bermuatan sembako tersebut dari Martapura hendak menuju pasar mingguan salah satu Desa di Kecamatan Muaradua Kisam.

Terpisah Haris, salah satu warga di Desa Simpur Senter yang tinggal tidak jauh dari lokasi kecelakaan mengatakan bahwa lokasi kecelakaan memang kerap sering terjadi kecelakaan tunggal.

Baca: Bekraf Minta Pengusaha Muda Lubuklinggau Kembangkan Pempek Lubuklinggau Kualitas Ekspor

"Memang kerap terjadi kecelakaan tunggal di sini, sebulan terjadi minimal satu kali," ujar Haris saat diwawancarai.

Menurutnya, jalur jalan yang tebing dan menanjak membuat kendaraan kerap kali mengalami kecelakaan tunggal.

Baca: Selain Rika, Ini 4 Kasus Pembunuhan Sadis di Indonesia, Salah Satunya Menimpa Satu Keluarga

Kemudian hingga pukul 13.00 WIB di lokasi belum terlihat sama sekali pihak berwajib.

Warga disekitar memberikan bantuan tenaga untuk mengangkut barang-barang yang berserakan. (Sripoku.com/Alan Nopriansyah)

Baca: Kisah Ayah Difabel Kumpulkan Uang Receh untuk Putrinya, Ada Pesan Terselip, Isinya Bikin Haru

Editor: Melisa Wulandari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved