Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Di Bawah Pohon Sukun Bercabang Lima Tempat Soekarno Renungkan Pancasila

Lahirnya Pancasila tak bisa dilepaskan dari gagasan dan peran penting Presiden pertama RI, Soekarno.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Di Bawah Pohon Sukun Bercabang Lima Tempat Soekarno Renungkan Pancasila
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/7/2016). Kota ini menyimpan sejarah panjang perihal sepak terjang Ir Soekarno atau Bung Karno selama empat tahun (14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938) menjalani pengasingan. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Lahirnya Pancasila tak bisa dilepaskan dari gagasan dan peran penting Presiden pertama RI, Soekarno.

Bung Karno, demikian ia biasa disapa, pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, melontarkan gagasannya kepada anggota sidang soal Pancasila.

Mengingat Soekarno dan Pancasila juga mengingatkan sebuah daerah di Indonesia Timur, Ende. Ya, di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Bung Karno merenungkan Pancasila.

Saat itu, ia dalam masa pengasingan, pada 1934-1939.

Pergerakan Soekarno dan beberapa rekannya dianggap berbahaya oleh Belanda.

Hal ini membuat Belanda kembali mengasingkan Bung Karno setelah sebelumnya keluar dari penjara Sukamiskin.

Untuk sampai ke Ende, Soekarno menempuh 8 hari perjalanan dengan menggunakan kapal.

Belanda sengaja membuang Soekarno ke tempat yang jauh agar bisa memutus hubungan dengan para loyalisnya.

Di Ende, Soekarno dan istrinya Inggit Garnasih, Ratna Djuami (anak angkat), serta mertuanya, Ibu Amsi, menempati rumah Abdullah Ambuwawu.

Selama di pengasingan, kehidupan Soekarno sangat sederhana.

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved