Driver Online Ditemukan Tewas

Driver Online Ditemukan Tewas - Rektor Unsri: Tak Ada Ampun Bagi Mahasiswa yang Terlibat Kriminal

Ditemukannya jasad korban Tri, sebelumnya tim Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit I Kompol Antoni Adhi membekuk dua pelaku yakni Poniman

Driver Online Ditemukan Tewas - Rektor Unsri: Tak Ada Ampun Bagi Mahasiswa yang Terlibat Kriminal
kolase tribun sumsel
Driver Taksi Online, Tri Widiyantoro dan Bayu Irwansyah saat diamankan anggota Polda Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ditemukannya jasad korban Tri, sebelumnya tim Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit I Kompol Antoni Adhi membekuk dua pelaku yakni Poniman dan Bayu Irmansyah.

Bahkan Poniman ditembak mati petugas lantaran berusaha melawan dan melarikan diri.

Sedangkan pelaku Bayu, ditembak petugas pada kakinya.

Informasi dihimpun, dua pelaku lainnya masih buron.

Diketahui korban Tri dieksekusi oleh empat pelaku dalam perjalanan dengan cara leher korban dijerat pakai seutas tali yang ditemukan di dekat jasad korban.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat merilis kasus ini mengatakan ada empat tersangka yang melakukan tindakan kejahatan terhadap korban Tri.

Dua pelaku ditangkap dan dua pelaku lainnya masih buron.

Kapolda mengatakan pelaku dijerat pasal berlapis.

'Ada 3 pasal yang bisa dikenakan pasal 340, 338, dan 365," jelas Kapolda

Saat ditanya apakah benar satu diantara pelaku yang buron adalah mahasiswa Universitas Negeri di Palembang.

Kapolda langsung mengiyakan bahwa pelaku mahasiswa universitas negeri jurusan Ekonomi Pembangunan.

"Iya betul, mahasiswa universitas tertentu jurusan (ekonomi) pembangunan," ujar Kapolda

Inisial pelaku, lanjut Kapolda Sumsel adalah DY.

Saat ini mobil korban yang dibawa pelaku disimpan di Desa Lalan, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin.

Tribunsumsel.com masih berusaha mengkonfirmasi kebenaran status mahasiswa pelaku pembunuhan tersebut kepada pihak universitas.

Rektor Universitas Sriwijaya , Prof Dr Anis Saggaf menegaskan tak ada kata ampun bagi mahasiswa Unsri yang terlibat hukum termasuk tindakan kriminal.
Apalagi mendengar kabat bahwa salah satu mahasiswanya yakni berinisial TY tercatat sebagai mahasiswa Unsri jurusan Ekonomi.
"Jelas kita akan berikan sanksi dikeluarkan. Tak ada kata ampun ya bagi para mahasiswa yang terlibat hukum baik itu kriminal maupun narkoba," ujar Anis usai menghadiri acara pelantikan IKA Unsri di hotel Arista Palembang, Sabtu malam (31/3/2018).
Orang nomor satu di Unsri ini pun bahkan baru mengetahui kalau salah satu pelaku pembunuhan sopir gocar bernama Tri adalah mahasiswanya.
"Saya baru tahu ini dari rekan media. Apapun tindakannya jelas kita akan keluarkan dari kampus," ungkapnya.
Anis pun sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut yang melibatkan mahasiswanya.
"Saya belum tahu identitas pelaku yang tercatat semester berapa. Yang pasti tindakan tegas kita keluarkan dari kampus jika memang terbukti bersalah," ujarnya singkat.(rie/bbn)
Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help