Berita Palembang

Kisah Sukses Owner Raja Cendol, Dulu di Jalan Kini Masuk Mal

CENDOL minuman tradisonal yang biasanya marak dijumpai saat ramadhan atau dijual di pinggir jalan dan

Kisah Sukses Owner Raja Cendol, Dulu di Jalan Kini Masuk Mal
IST
Danu Sofyan dengan cendol hasil kreasinya. 

TRIBUNSUMSEL.COM - CENDOL  minuman tradisonal yang biasanya marak dijumpai saat ramadhan atau dijual di pinggir jalan dan dianggap minuman ketinggalan yang kalah bersaing dengan makanan dan minuman kekinian lainnya kini mulai diperhitungkan keberadaannya.

Danu Sofyan, pemuda inilah yang membawa "derajat" cendol naik kelas.

Berawal dari kegelisahan terhadap pangsa pasar makaman atau minuman tradisional asli Indonesa yang terintimidasi oleh produk luar atau produk modern lainnya.

Oleh sebab itu Danu kemudian berpikir keras bagimana caranya membuat Cendol laku dan bisa diterima di tengah masyarakat dan tidak kalah bersaing.

Baca: Guillermo Haro, Sosok yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Sempat Alami Nasib Tragis

Satu tahun melakukan riset, modifikasi produk dan menguasi seluk beluk cendol membuat Danu merilis Radja cendol pada Juni 2014 di Kediri.

Pertama dikenalkan ke masyarakat cendol hasil kreasinya mendapat banyak komplain masyarakat karena dianggap mahal dan tidak sesuai standar harga cendol pasar umumnya karena dijual dengan harga Rp 8 ribu per cup saat awal dikenalkan dan kini harganya Rp 10 ribu per cup.

Namun Danu menguatkan tekat jika sudah terjun ke dunia usaha maka segala komplain, keluhan dan kritik pembeli harus ditanggapi demi kemajuan usaha.

Baca: Nasabah Palembang Aman Dari Skimming, BRI Bagi Tips Agar Tak Jadi Korban

Dia pun menjelaskan apa bedanya cendol buatannya dengan cendol pada umumnya.

Halaman
12
Tags
Cendol
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved