Berita Muaraenim

Wulan Ingin Kopi Semende Mendunia

Sebagai tanda kecintaannya terhadap kopi Semende, Wulan mendesain batik khas Muaraenim yang motifnya adalah gabungan antara pecahan biji kopi.

Wulan Ingin Kopi Semende Mendunia
Istimewa
Anggraini Wulan Pratiwi 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Bekerja sebagai PNS merupakan target yang sudah lama ingin di capai oleh pemilik nama lengkap Anggraini Wulan Pratiwi, S.Sn atau yang sehari-hari sering dipanggil Wulan ini. Selesai mengenyam pendidikan S1 pada Jurusan Disain Komunikasi Visual Universitas Trisakti Jakarta, wanita kelahiran Bangka, 13 Mei 1982 ini beberapakali ikut test CPNS dari mulai tahun 2007.

"Tapi selalu gagal. Baru pada tahun 2010 tercapai dan saya sangat bersyukur apalagi setelah lulus langsung ditempatkan di bagian humas dan protokol Pemkab Muara Enim sesuai dengan bidang dan pendidikan yang saya tempuh," katanya, Jumat (23/2/2018).

Mantan Paskibraka Jakarta Selatan tahun 1998 ini juga mengatakan bekerja di bidang kehumasan adalah yang menyenangkan dan memiliki kebanggaan tersendiri baginya.

"Karena saya yakin di humas saya dapat mengaplikasikan ilmu pendidikan saya yaitu publikasi, branding serta positioning sebuah organisasi. Selain mendesain untuk publikasi humas, mendapat tugas sebagai Master of Ceremoni di setiap kegiatan Pemkab Muaraenim adalah hal yang membanggakan bagi saya. Apalagi Muaraenim tempat dimana saya bekerja itu adalah kampung halaman saya sendiri," katanya.

Wanita yang memiliki hobi travelling ini mengatakan selain bekerja, saat ini ia memiliki ketertarikan untuk branding kopi Semende sebagai icon Kabupaten Muaraenim.

"Sebagai pecinta kopi dalam satu hari saya bisa menghabiskan dua cangkir kopi. Selain itu ayah dan ibu saya asli dari Semende dan sebagai putri asli Semende saya ingin kopi Semende mendunia," katanya.

"Kopi Semende sudah mendapatkan Sertifikasi IG dan itu menjadi motivasi saya bagaimana supaya kopi Semende yang memiliki cita rasa tinggi dapat mendunia meskipun saat ini belum terkenal seperti kopi Gayo, Mandailing dan Aceh," tambah Wulan.

Ia juga mengatakan branding kopi Semende harus sukses menjadi icon Muaraenim. "Tapi semua itu harus diimbangi dengan bagaimana dinas terkait mampu untuk memproduksi kopi Semende dengan menjaga cita rasanya dan yang lebih penting adalah kopi Semende harus mudah didapatkan di pasaran," tuturnya.

Sebagai tanda kecintaannya terhadap kopi Semende, Wulan mendesain batik khas Muaraenim.

"Dimana untuk motifnya adalah gabungan antara pecah biji kopi dan jumputan dengan tema allure of semende coffee,dan saat ini itu masih dalam prosea pengerjaan, doakan saja agar cepat selesai dan dapat menjadi ciri khas batik Muaraenim, sehingga kalau di pakai orang akan tau itu adalah batik Muaraenim" jelasnya.

Ia juga mengharapkan dengan branding kopi semende sebagai icon Muara enim maka kedepan muaraenim tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alam mineral saja.

"Tapi juga dari hasil perkebunan kopinya, karena sampai kapan kita mengeruk batubara yang ada di Bumi Serasan Sekundang ini karena suatu saat batu bara ini akan menipis dan habis. Karena itu harus ada solusi lain untuk memberdayakan kekayaan alam di Muaraenim, salah satunya adalah perkebunan kopi untuk itu masyarakat harus diberikan awareness bahwa muaraenim memiliki kopi Semende, dan sudah tentu besar harapan agar kopi semende juga nantinya dapat menjadi salah satu penyumbang PAD Terbesar untuk muara enim," katanya. (ika anggraeni/*)

Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved