Kakek Ini Beri Sopir Taksi Uang Sebesar 212 Juta,Tapi Malah Ditolak,Terungkap Alasannya Memilukan
Bagi orang tua yang lanjut usia seringkali dijadikan sebagai sasaran korban tindakan kriminal.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Bagi orang tua yang lanjut usia seringkali dijadikan sebagai sasaran korban tindakan kriminal.
Terutama bagi yang ingin menipu ataupun menggelapan barang milik mereka.
Para penipu ini dapat memaksa dan meyakinkan para orang tua untuk menyerahkan sejumlah besar uang, dan mereka mungkin bahkan tidak menyadari bahwa telah ditipu sampai segalanya sudah terlanjur.
Kasus seperti ini terjadi di Marlow, sebuah kota kecil di luar London,Inggris, tempat seorang pria lanjut usia yang mengosongkan seluruh rekening tabungannya.
Barry Stone menerima telepon dari para penipu yang mengaku sebagai polisi yang menyelidiki “penggelapan bank”.
Para penipu itu ingin Barry menarik semua uangnya dari rekening banknya dan mengirimkan uang itu kepada mereka. Mereka harus memeriksa uang-uang tersebut atas sidik jarinya dan mengirimkannya kembali saat selesai.
Pria tua itu disuruh memasukkan uang ke dalam kotak dan mengirimkannya dengan taksi.
Jika pengemudi bertanya pada pria berusia 78 tahun itu apa yang ada di dalam kotak, dia diberitahu untuk mengatakan bahwa itu adalah krim cukur untuk putranya.
Ada sesuatu yang tidak beres dengan Barry tentang pengiriman uangnya.
“Saya tidak tidur setelah itu dan saya tidak bisa makan sama sekali, itu adalah uang yang sangat banyak,” kata Barry kepada Daily Mail.
Namun, dia melakukan apa yang diperintahkan, karena dia tidak ingin ada masalah. Tapi jumlah yang luar biasa dari £ 12.000 (sekitar 212 juta Rupiah), adalah semua uang yang dia miliki atas namanya. Dia tidak bisa kehilangan uang tersebut.
Barry memasukkan uang itu ke dalam kotak dan berusaha menyerahkannya ke sopir taksi Izy Rashid, yang langsung mengenali jenis penipuan itu.
Saat si sopir taksi tiba, Barry mengatakan pada sopir Izy Rashid apa yang sedang terjadi. Rashid langsung mengenali permintaan itu sebagai penipuan, dan mengembalikan kotak itu.
Keduanya langsung memanggil polisi.
Ketika polisi tiba, mereka mengisi sebuah laporan dan mengkonfirmasi kepada Barry Stone bahwa dia mungkin tidak akan pernah melihat uangnya lagi.