Bocah Ini Main HP Saat Sedang Di-Charge, Ini Nasib Mengerikan yang diterimanya

Suara ledakan terdengar sangat kencang, menurut kakak perempuan Jisu, yang langsung berlari menemui Jisu setelah mendengar ledakan tersebut.

Bocah Ini Main HP Saat Sedang Di-Charge, Ini Nasib Mengerikan yang diterimanya
Daily Mail/AsiaWire

TRIBUNSUMSEL.COM, GUANGXI -  Seorang bocah di Tiongkok kehilangan jari dan penglihatannya usai ponsel yang digunakannya tiba-tiba meledak.

Semua berawal saat Meng Jisu (12) memainkan sebuah ponsel pintar yang sedang diisi daya, di rumahnya di daerah Du'an Yao, Provinsi Guangxi, pada 31 Januari.

Tiba-tiba saja, ponsel tersebut meledak di tangan Jisu.

Suara ledakan terdengar sangat kencang, menurut kakak perempuan Jisu, yang langsung berlari menemui Jisu setelah mendengar ledakan tersebut.

Saking kencangnya ledakan itu, Jisu sampai pingsan dan didapati berlumuran darah.

Jisu langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani proses operasi selama lima jam, demi menyelamatkannya dari cedera parah.

Akibat insiden itu, Jisu harus kehilangan jari telunjuk kanannya dan penglihatan pada mata kanannya.

Menurut kepala bagian medis rumah sakit yang menangani Jisu, Lan Tianbing, ledakan ponsel tersebut menghancurkan secara penuh jari telunjuk Jisu.

Ledakan itu juga menyemburkan pecahan-pecahan kecil badan ponsel yang tajam ke wajah Jisu dan merusak bola mata kanannya.

Operasi berlangsung hingga lima jam lantaran tim dokter harus mencabut pecahan-pecahan badan ponsel yang menancap di kulit wajah dan lengan Jisu.

Belakangan terungkap bahwa ponsel yang digunakan Jisu dan meledak itu adalah sebuah ponsel keluaran perusahaan asal Tiongkok, Hua Tang.

Ibunda Jisu mengaku, ponsel Hua Tang seri VT-V59 yang dibeli sekitar dua tahun lalu itu sempat menjadi miliknya.

Namun, ponsel itu akhirnya diwariskan pada Jisu usai sang ibu membeli ponsel pintar baru.

Hingga kini pihak Hua Tang belum menanggapi apapun soal insiden ledakan tersebut. (Daily Mail/China News). 

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help