Terkait Jajanan Anak SD, Alex Noerdin Minta BPOM Lakukan Ini Terus Menerus
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)yang ada di Sumatera Selatan untuk
Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Melisa Wulandari
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)yang ada di Sumatera Selatan untuk sering-sering merazia para pedagang yang ada di sekolah.
Disebutkan Alex bahwa dari pengamalannya selama menjadi Bupati Musi Banyuasin, banyak anak-anak terutama di tingkat dasar mengalami penyakit ginjal. Meskipun Muba saat itu memiliki program berobat gratis, ini tentu sangat membahayakan bagi anak-anak.
Baca: Alhamdulillah! 35 Mahasiswa Universitas Bina Darma Ini Selamat dari Petaka Gedung BEI
“Anak anak SD berhamburan lari keluar (pagar sekolah) membeli makanan-makanan yang dijual pedagang tidak bertanggung jawab. Ini salah satu penyebab penyakit ginjal,” kata Alex dalam kata sambutannya pada Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Tanah dan Nota Kesepahaman Gubernur Sumsel dengan Kepala BPOM RI tentang pengawasan obat dan makanan terpadu di Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Senin (15/1/2018).
Alex menyebutkan beberapa macam makanan dan minuman yang biasa dijual oleh para pedagang di luar sekolah adalah makanan dan minuman yang warna-warni karena menggunakan bahan tekstil, pemanis gula industri, formalin supaya tahan lama, gorengan supaya melihat minyaknya menggoreng kantong plastik dan seterusnya.
Baca: Nikah ke-4 Kali,Istri Pertama Ustaz Arifin Ilham Beberkan Tipe Wanita Kesukaan Sang Suami,Ternyata
“Dan anak-anak ini selama bertahun-tahun paling tidak makan makanan seperti ini, ini yang rusak ginjal. Kalau berapa biaya operasi ginjal atau transplantasi ginjal, itu sangat mahal,” ujar Alex.
Oleh sebab itu Alex meminta BPOM untuk merazia secara terus-menerus. Apalagi, lanjut Alex dari BPOM RI sudah ada Direktur Penindakan yang bekerjasama dengan polisi, bukan hanya dilarang saja, tapi juga ditindak.
Baca: Mahasiswa Universitas Bina Darma Jadi Korban Gedung Ambruk, UBD Buka Posko Pengaduan
“Dan juga dalam banyak hal, kalau tidak hari- hati kita akan beli obat palsu atau kadaluarsa bahkan di apotek sekalipun. Kadang di apotik ada yang nakal,” ungkapnya.
Baca:
Diasuh Sejak Kecil,Cucu Durhaka Perlakukan Kakeknya Seperti Ini,Tak Diduga Ayahnya Juga
Crop Foto Roro Fitria Saat Bareng Ivan Gunawan dan Ruben Onsu, Nikita Mirzani Dikabarkan Musuhan?
Mahasiswa Universitas Bina Darma Jadi Korban Gedung Ambruk, Begini Kronologisnya Bikin Merinding