2018, Hotel di Palembang Mencapai 160

Sementara sampai tahun 2018, terdapat sekitar 3.500 kamar hotel baru berbagai kelas, sehingga totalnya mencapai sekitar 12.000 kamar. Termasuk di dala

zoom-inlihat foto 2018, Hotel di Palembang Mencapai 160
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua PHRI Sumsel Herlan Aspiudin

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan, juga menjadi stimulan utama dalam pengembangan hotel dan fasilitas akomodasi.

Menurut ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiuddin, tahun 2015 terdapat 8.500 kamar hotel yang beroperasi.

Sementara sampai tahun 2018, terdapat sekitar 3.500 kamar hotel baru berbagai kelas, sehingga totalnya mencapai sekitar 12.000 kamar. Termasuk di dalamnya hotel-hotel luks.

Setelah hotel Horison, Fave, Batiqua, kini muncul top brand lainnya, yang akan meramaikan bisnis perhotelan di kota Palembang, diantaranya Santika dan Exselton.

"Dalam catatan kita, akan ada penambahan terus hotel hingga 2018, yang jumlahnya sekitar 10 hingga 20 hotel," katanya.

Diterangkan Herlan, Palembang pun kemudian menjadi incaran ekspansi bisnis jaringan hotel terkemuka dunia lainnya. Dalam hitungan beberapa tahum kedepsn merek hotel mewah baru dipastikan akan "mengepung" ibu kota Provinsi Sumsel hingga 2018 mendatang.

"Bisnis hotel memang masih menjanjikan bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Tinggal bagaimana, pemanfaatannya kedepan," ungkapnya.

Dengan banyak hotel baru yang ada di Palembang, Herlan tidak memungkiri jika hal ini akan membuat gelisa pengusaha hotel-hotel kecil. Akan tetapi, hal itu bisa diatasi jika pengusaha hotel kecil atau yang lama bisa melskukan inovasi.

"Jika hotel-hotel lama tidak melakukan renovasi, dipastikan akan hilang sendiri karena kalah bersaing. Jadi, kita harapkan mereka juga bisa bersaing dengam terus bergerak," ucapnya.

Disinggung apakah pertumbuhan pesat hotel di Palembang tersebut hanya dalenyambut event Asian Games 2018 saja, dan nantinya okupansi akan minim setelah event internasional. Herlan berharap hal itu tidak terjadi, dan peran pemerintahan daerah sangat besar agar pengunjung yang menginap tetap ramai.

"Yang pasti lihat kinerja kita nanti, dan ini harus didukung pihak pariwisata, dinas khususnya Pemda, termasuk organisasi yang ada, untuk mendatangkan event-event ke Palembang. Dimana setiap event selalu mendatangkan pengunjung hotel, seperti kegiatan parpol dan banyak jasa lainnya yang membutuhkan jasa akomodasi baik penginapan maupun untuk pertemuan," tandasnya.

Ditambahkan Herlan, tren pengunjung hotel di Palembang selama ini cukup stabil, diatas rata- rata 60 persen, kamar hotel yang ada selalu terisi.

"Jelas bisnis hotel masih dianggap menguntungkan saat ini, dan okupansi diatas 60 persen, sementara bintang 4 diatas 70 persen pengunjungnya,"capnya.

Sementara Owner Hotel Aston Palembang Santo Umar mengaku, jika persaingan bisnis hotel di Indonesia khususnya kota Palembang saat ini mulai mengkhawatirkan. Meskipun begitu pihaknya tetap optimis jika bisa menghadapinya.

" Saya lihat cukup mengkhawatirkan, dan sebaiknya pemerintah daerah sudah menyiapkan antisipiasi seperti di Provinsi Bali, yang mengandalkan kunjungan wisatawan,"pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved