• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Sumsel

Ruduman Miliki Bank Gaib Berisi Uang Triliunan Rupiah yang Tak Kasat Mata

Selasa, 24 September 2013 21:49 WIB
Ruduman Miliki Bank Gaib Berisi Uang Triliunan Rupiah yang Tak Kasat Mata
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Sejumlah warga saat memegang uang yang diduga uang yang muncul secara gaib. 

TRIBUNSUMSEL.COM, OKU - Warga Batumarta unit IV blok B1 Dusun I, Desa Lubuk Banjar Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak heboh, Selasa (24/9/2013)

Pasalnya, Ruduman (40) diketahui mampu menarik uang secara gaib. Bahkan, diduga Ruduman sudah menarik uang secara gaib ditaksir hingga triliunan rupiah. Tumpukan uang gaib ini diakui si empunya, tersusun rapi sepanjang 6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 4 meter di dalam rumah yang bersangkutan.

Saat dijumpai, wartawan yang bersangkutan tidak ada dikediamannya yang dibangun dari kayu papan.

Hamrulah, Kadus I desa setempat,  membenarkan bahwa warganya bernama Ruduman tersebut, belakangan ini dikenal mampu mendatangkan uang secara gaib. Ia dikenal,  memiliki bank gaib dengan tumpukan uang mencapai meteran persegi. Tidak ada satupun, masyarakat awam yang mampu melihat keberadaan bank gaib, yang ada di rumah Ruduman, selain Ruduman sendiri.

"Bank gaib dan tumpukan uangnya tidak bisa dilihat oleh orang lain, terlebih lagi oleh orang awam, kecuali dia sendiri, itu pengakuanya," ungkap Hamrullah kepada wartawan saat sama-sama menyambangi kediaman Ruduman.

Dari sekian banyak uang di bank gaib yang diakui Ruduman. Warga setempat, hanya biasa melihat uang di dalam dua karung ukuran 10 kilogram dan satu uang di dalam tas ransel milik Ruduman sendiri. Jumlahnya tidak bisa dipastikan. Tidak hanya uang pecahan terbaru, uang pecahan yang terbilang lama pun ada dalam tumpukan uang dalam karung dan tas milik Ruduman. Misalnya, uang pecahan Rp.100, Rp 500, dan Rp1000. Serta uang pecahan lama lainnya.

Uang gaib tersebut bisa diambil Ruduman, melalui ritual khusus. Ritual ini sendiri semuanya disiapkan oleh Ruduman.  Disebutkan bahwa Ruduman memiliki selembar uang bergambar Soekarno pecahan Rp 1000 warna merah, dan satu lembar uang bergambar tujuh bidadari berwarna merah.

"Saya bersama beberapa warga pernah mengetes kemampuan Ruduman pada, Jumat (20/9/2013) lalu. Kita bilang sama si Rudu (sapaan akrab Ruduman, red) minta membuktikan kemampuannya itu. Lalu dia menyiapkan piring dan uang gambar Soekarno serta uang bergambar 7 bidadari. Dia lalu meletakan dua lembar uang tersebut di dalam piring dengan posisi tertutup. Mulit Ruduman komat-kamit selama lebih kurang lima menit. Setelah itu, Ruduman menyuruh saya membuka piring tersebut. Saya terkejut, ternyata benar ada uang Rp 500 ribu pecahan Rp100 ribu disana," katanya, padahal sebelumnya tidak ada uang sebanyak itu didalam piring.

Uang hasil, pembuktian tersebut ia minta Rp 100 ribu dari yang bersangkutan. Sementara sisanya, Rp 400 ribu diambil oleh Ruduman dan dia masukkan kedalam tas miliknya bersama ribuan lembar uang lainnya.

“Dia bilang sama saya, pak Kadus buka sendiri piringnya, takutnya Bapak kira saya bohong," ungkap Kadus menirukan ucapan Ruduman saat itu.

Hamrulah menambahkan, saat pembuktian tersebut, tidak hanya dia yang menyaksikan, melainkan beberapa orang warganya turut menyaksikan aksi Ruduman menarik uang dari bank gaib. “Memang sebelumnya warga di sini kurang percaya, termasuk saya. Namun setelah pembuktian tersebut hal itu memang terbukti nyata, uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu rupiah muncul secara misterius di dalam piring,” tuturnya.

Kadus sendiri masih menyimpan uang pecahan Rp100 ribu yang ia minta dari Rudu tersebut. Selain itu dikatakan Kadus pada saat pembuktian tersebut mereka meminta langsung uang kepada Rudu untuk dibelanjakan apakah palsu atau asli.

“Sejauh ini uang yang kami belanjakan tidak ada komplin dari warung dan lainnya mengenai keasliannya. Pekerjaan sehari-hari Ruduman selain sebagai penyadap karet, ia juga bisa mengobati orang sakit dan lainya. Dia mempunyai dua orang anak dan satu istri, tinggalnya sudah lama di sini. Keseharianya ia menyadap karet milik orang lain, juga sering mengobati orang-orang,” katanya..

Namun sayangnya, kata Kadus, Ruduman mengaku tidak bisa membelajakan uang tersebut untuk keperluan hidupnya. Dengan kata lain Ruduman pantangan menjadikan “durian jatuh” tersebut secara langsung untuk mensejahterakan keluarganya. Bisa saja mungkin dengan cara lain yang sifatknya tidak langsung membelanjakan uang-uang tersebut.

“Saya sudah lama berteman dengannya sejak kecil, jadi saya tahu benar sifatnya. Uang yang ia miliki sendiri tidak dapat digunakanya, kecuali ia memberikan uang tersebut kepada orang lain untuk minta dibelikan sesuatu.  Rudu bukan hanya memiliki uang bergambar Soekarno dan tujuh bidadari, namun ia juga diketahui sangat paham mengenai silsilah mantan presiden Indonesia pertama itu. Sedangkan fenomena uang gaib yang mampu ditarik secara gaib oleh Rudu ini sendiri, diakui Kadus telah muncul selesai hari raya idul fitri bulan lalu. Namun karena belum banyak bukti, jadi warga tidak mempercayainya," kata Dia.

Pantauan di lapangan, kediaman Rudu yang saat itu sepi dan tertutup, tampak mulai dipadati warga yang berdatangan untuk menyaksikan kebolehan Rudu dalam menarik uang secara misterius. Bukan hanya dari desa setempat, melainkan juga dari  desa-desa tetangga. Bahkan sampai larut malam, warga masih menunggu kehadiran Rudu pulang ke gubuknya. Mereka rata-rata mengaku sangat penasaran untuk melihat langsung kejadian aneh tersebut.

“Kita penasaran sekali, saya ingin membuktikan langsung,” ungkap seorang warga Batumarta Unit 1 yang menyaksikan dan menuggu di depan rumah Rudu tadi malam.

Sayangnya, saat menunggu Rudu pulang dari aktifitasnya mengobati seseorang di Batumarta Unit XII yang kabarnya sakit dan meminta bantuan Rudu, yang bersangkutan tidak bisa ditemui. Sedangkan saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Rudu tidak mengangkat telponnya.

Terpisah saat dihubungi wartawan, Kapolsek Lubuk Raja, Iptu Sigit Aji Vambayung, mengatakan, pihaknya menilai belum ada indikasi tindak kejahatan yang mengarah unsur pidana yang dilakukan Ruduman. Meskipun demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan. Bila nanti ada warga yang merasa ditipu akibat aktivitas Ruduman, maka akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Sampai sejauh ini kita belum menemukan adanya unsur pidana dari praktek yang dilakukan Bapak Ruduman. Tapi, apabila ada yang melapor merasa dirugikan, maka akan kita proses cepat,” kata Kapolsek.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek menghimbau kepada masyarakat supaya tidak percaya hal-hal seperti itu. Terlebih apabila ada janji yang dapat menggandakan uang atau menarik uang gaib, dengan syarat-syarat atau sesajen tertentu. “Intinya lebih baik kita bekerja dengan sungguh-sungguh, dan berdoa kepada Allah SWT,” katanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
176973 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas