Siswi SMP di Muratara Dibully

Bupati Muratara Sesalkan Dugaan Perundungan Siswi SMP di Rupit, Siapkan Sanksi Kerja Sosial

Bupati Muratara siapkan sanksi kerja sosial hingga siapkan tokoh agama di kasus perundungan siswi SMP di Rupit.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
Tribunsumsel.com/ Rahmat Aizullah
SIAPKAN SANKSI - Devi Suhartoni, Bupati Muratara. Devi menyiapkan sanksi kerja sosial terhadap pelaku dugaan perundungan siswi SMP di RUpit Muratara. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Muratara H Devi Suhartoni sesalkan kejadian dugaan perundungan pelajar SMP di Rupit hingga viral
  • Bupati minta orang tua untuk menasihati anak-anaknya
  • Bupati sudah meminta tokoh agama masuk sekolah agar mengajari adab dan empati

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Video perundungan pelajar SMP di Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel) viral, disesalkan Bupati Muratara H Devi Suhartoni.

Devi mengajak orang tua untuk menasihati anak-anaknya agar jangan melakukan aksi perundungan. 

Ia juga mengajak korban dan pelaku untuk membaca yasin dan diruqyah, hingga akan memberikan sanksi kerja sosial.

Hal ini disampikan H Devi Suhartoni melalui media sosialnya.

AKSI KEKERASAN -- Tangkap layar unggahan di pemilik akun Facebook Pek Tina yang beredar, Minggu (7/12/2025). Memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan antar siswi SMP di Muratara. Pihak sekolah menyebut kejadian itu bukan perundungan melainkan perkelahian.
AKSI KEKERASAN -- Tangkap layar unggahan di pemilik akun Facebook Pek Tina yang beredar, Minggu (7/12/2025). Memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan antar siswi SMP di Muratara. Pihak sekolah menyebut kejadian itu bukan perundungan melainkan perkelahian. (Facebook/Pek Tina)

Berikut isi himbauannya dalam media sosial Facebook miliknya.

"Bapak Ibu semua tolong dirumah dinasehati anak anak nya jangan balago (berkelahi) disekolah apolagi budak-budak (anak-anak) kecil dan berenti be viral-viral. Ajarin kesabaran dan empati juga," katanya.

Menurutnya tidak semuanya harus mengandalkan Pemerintah dan sekolah.

"Idak pacak galok galok (tidak bisa semuanya) di sekolah dan pemerintah, mereka berantam (berkelahi) pulang sekolah, jam tidak ada guru maka lingkungan keluarga-lah paling berperan memperbaiki ahlaq anak anak kita, ajarin sabar, empati dan kebaikan sesama manusia," ujarnya.

Baca juga: Siswi SMP di Muratara Viral Jadi Korban Perundungan Sesama Pelajar, Keluarga Korban Lapor Polisi

Devi mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan cara mengingatkan guru-guru.

"Kami sudah berusaha terbaik habis kejadian Embacang dan sudah mengingatkan bapak ibu guru, tetapi juga tolong dirumah diingatkan anak anak nya terutama yang SD, SMP dan SMA juga sama," ungkapnya.

Untuk tindak lanjutnya dia mengaku sudah meminta tokoh agama masuk sekolah agar mengajari adab dan empati serta hal positif lainnya.

"Sekarang saya sdh minta tokoh tokoh agama masuk sekolah untuk mengajari adab dan empathi serta hal positive lainnya, tetapi lebih banyak akan lebih baik jika dirumah diajarin dengan kesabaran dan jangan belago (berkelahi)," ujarnya.

Semoga muratara terberbenah dan para generasi muda tekun belajar dan menuntut ilmu yang baik.

Kemudian diakhir himbauannya Devi memberikan point -point langkah penyelesaiannya.

Baca juga: Bukan Dibully Tapi Berkelahi, Kata Sekolah Soal Viral Siswi SMP di Muratara Dipukuli dan Ditendang

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved