Berita Lubuklinggau

Baru Ada 10 Dapur MBG yang Beroperasi di Lubuklinggau, Layani 33 Ribu Anak

Pemerintah menargetkan 25 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota LubukLinggau Sumsel dengan total layanan 70 ribu anak.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
DAPUR MBG - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi. Baru Ada 10 Dapur MBG yang Beroperasi di Lubuklinggau, Layani 33 Ribu Anak 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pemerintah menargetkan 25 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota LubukLinggau Sumsel dengan total layanan 70 ribu anak.

Namun, dari target tersebut baru 10 dapur MBG yang sudah beroperasi dengan total layanan 33 ribu anak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi menyampaikan pengoperasian dapur tersebut dilakukan secara bertahap sembari terus melakukan pembenahan.

"Sekarang baru 10 dapur MBG, tapi ada 3 dapur yang sudah jalan sejak bulan Febuari," ungkap Erwin pada wartawan pada Jumat (26/9/2025).

Erwin mengungkapkan selama dapur itu beroperasi belum ada ditemukan kendala, dan baru kemarin viral ditemukan ada ulat pada buah.

"Sejauh ini aman, tidak ada kendala, cuma yang kemarin itulah (sekolah SD 42) viral ada ulat, tapi langsung diganti," ujarnya.

Baca juga: Viral Belatung Merayap di Buah Naga di Ompreng MBG SDN 42 Lubuklinggau, Disebut Hanya Ulat Buah

Baca juga: Viral Siswa SDN 42 Lubuklinggau Melihat Belatung di Ompreng MBG, Merayap di Buah Naga

Erwin mengatakan ditengah proses berjalan pemerintah kota (Pemkot) melalui Dinkes selalu turun kelapangan membantu mengedukasi dapur MBG sebelum dapur beroperasi.

"Sekarang kita tengah berupaya dengan adanya penambahan dapur ini, kita selalu monitor pemahamannya tentang  SOP (standar operasional prosedur)," ungkapnya.

Kedepan para penjamah makanan, mulai petugas yang nyuci ompreng hingga bagian finishing harus sesuai SOP yang berlaku.

"Misalnya bila harus lap ya dilap, buah jeruk 3000 harus di lap ya lap," bebernya.

Erwin menekankan jangan pernah ada yang coba-coba memasukan buah yang busuk, walau pun kelihatannya masih bagus.

"Karena dalam perjalanannya siapa yang jamin, misal buah dimasukkan pagi jam 10 atau 11 baru dibagikan, jadi jeda itu siapa yang jamin, jadi harus dibagi masing-masing," ungkapnya. 

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved