Warga Banyuasin Protes Pembangunan KDMP

Sekda dan Bupati Banyuasin Bereaksi, Ada Oknum Niat Bangun Koperasi Merah Putih di Halaman Sekolah

Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim mengklarifikasi namanya yang dicatut untuk mengintimidasi pihak SDN 3 Banyuasin III agar menyetujui pembangunan KDMP

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/M. Ardiansyah
BUKA SUARA -- Sekda Banyuasin, Erwin Ibrahim buka suara terkait namanya dicatut terkait proyek pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di halaman sekolah SDN 3 Banyuasin III. 

Ringkasan Berita:
  • Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim mengklarifikasi namanya yang dicatut oknum untuk mengintimidasi pihak SDN 3 Banyuasin III agar menyetujui pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Erwin menegaskan tidak terlibat dan menjelaskan bahwa alih fungsi halaman sekolah untuk proyek pusat tidak bisa instan. 
  • Bupati Banyuasin Askolani juga dengan tegas melarang pembangunan di halaman sekolah

TRIBUNSUMSELCOM, BANYUASIN -- Sekda Banyuasin, Erwin Ibrahim angkat bicara terkait adanya oknum yang  diduga mencatut namanya untuk mengintimidasi pihak sekolah terkait penolakan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di halaman sekolah SDN 3 Banyuasin III.

Erwin yang dikonfirmasi TribunSumsel.com mengaku baru mengetahui ada oknum yang diduga menggunakan namanya untuk mengintimidasi pihak sekolah agar menyetujui pembangunan gedung KDMP di kawasan tersebut. 

Erwin menegaskan sama sekali tidak tahu dan tidak pernah ada perintah seperti itu.

Bahkan, ia sama sekali tidak kenal dengan vendor yang akan melakukan pembangunan gedung KDMP dengan menggunakan halaman sekolah. 

Karena, pembangunan gedung KDMP merupakan kewenangan dari pusat yang langsung ke pihak pemerintah desa.

"Saya sudah menghubungi kepala desa Ujung Tanjung untuk menyelesaikan masalah ini. Saya ungkapkan kepada kades bahwa tidak ada keterlibatan saya dengan vendor dan perintah yang dikeluarkan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan saya," tegas Erwin, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Halaman SDN 3 Banyuasin III Diprotes Pihak Sekolah dan Warga

PEMBANGUNAN KDMP DIPROTES -- Spanduk penolakan pembangunan gedung KDMP di halaman sekolah yang dipasang pihak sekolah di depan gerbang SDN 3 Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel.
PEMBANGUNAN KDMP DIPROTES -- Spanduk penolakan pembangunan gedung KDMP di halaman sekolah yang dipasang pihak sekolah di depan gerbang SDN 3 Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel. (Tribunsumsel.com/M. Ardiansyah)

Lanjut Erwin, menggunakan halaman sekolah untuk dibangun gedung KDMP tidaklah mudah seperti yang diminta vendor.

Karena itu fasilitas pendidikan dan memang harus ada administrasi yang ditempuh hingga ke kementerian dan waktunya tidaklah singkat.

Proses ini juga mengecek beberapa aspek dan dampak yang ada, bukan langsung menunjuk titik yang diminta vendor terutama untuk fasilitas sekolah.

"Sekarang ini Pemkab Banyuasin masih fokus untuk mengurusi kabupaten, banyak urusan yang harus dituntaskan. Masa masalah di desa sekda ikut campur, itu kan level kades dan camat bukan sampai level sekda. Biasalah kadang-kadang, ada oknum-oknum yang jual nama bupati, wabup, dan sekda, itu yang disayangkan," ungkapnya.

Erwin sudah menjelaskan dari pemerintah desa hingga ke kecamatan untuk kembali melakukan musyawarah terkait titik yang dipilih vendor untuk pembangunan gedung KDMP.

Masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun gedung KDMP di sana yang tidak mengorbankan halaman sekolah.

"Kalau pun koperasi mau bangun di lahan sekolah, kan harus ada izin dulu dengan Pemkab Banyuasin melalui BPKAD Banyuasin. Tidak bisa langsung bangun saja, ada prosesnya semua," pungkasnya.

Sedangkan Bupati Banyuasin, Askolani yang dikonfirmasi terkait informasi ini mengungkapkan bila masih banyak lahan lain yang ada di desa bisa digunakan untuk pembangunan gedung KDMP.

"Kalau di halaman sekolah, saya tidak mengizinkan. Masih banyak lahan lain bisa dimanfaatkan di desa, karena ini bukan kota yang susah mencari lahan. Kalau di desa masih banyak lahan bisa digunakan, gunakan lahan lain dahulu. Jangan langsung minta di halaman sekolah," tegasnya singkat.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved