Solar Langka di Lubuklinggau
Solar Langka di Lubuklinggau Sebabkan Sopir Antre Hingga Belasan Jam, Antrean Mengular di SPBU
Sudah hampir dua pekan, antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Lubuklinggau, Sumsel.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Hampir seluruh SPBU di Kota Lubuklinggau mengalami kelangkaan solar selama dua pekan terakhir.
- Antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer sebab para pengendara sampai antre belasan jam demi kebagian solar.
- Kondisi ini membuat para sopir di Lubuklinggau terpaksa menghentikan aktivitas pekerjaan mereka sementara.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Sudah hampir dua pekan, antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Lubuklinggau, Sumsel.
Antrean ini terutama terjadi di bagian pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Pengendara sampai harus antre hingga berjam-jam demi bisa mendapatkan bahan bakar ini.
Sapri, salah satu sopir truk yang mengantre di SPBU Megang, Kota Lubuklinggau, mengatakan sudah keluar rumah sejak pukul 05.00 WIB pagi demi mendapatkan BBM solar.
"Sudah antre dari pukul 05.00 WIB dan paling dapatnya pukul 16.00 WIB," ungkap Sapri kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Sapri mengungkapkan saat ini sangat susah mendapat BBM jenis solar di Kota Lubuklinggau, hampir semua SPBU terjadi antrean panjang di Lubuklinggau.
Dikatakan Sapri, kesulitan mendapatkan solar di Kota Lubuklinggau sudah terjadi hampir 2 pekan.
Baca juga: Mobil Mewah Ikut Antre Bio Solar di SPBU Palembang, Dampak BBM Nonsubsidi Naik, Sopir Pikap Mengeluh
Seperti di SPBU Wijaya misalnya, antrean di SPBU ini mengular panjang hingga mencapai satu kilometer lebih.
Namun, akhir-akhir ini kesulitan itu semakin menjadi, bahkan solar banyak kosong di beberapa SPBU Kota Lubuklinggau.
"Kalau sulit, sudah lama sulit didapat, tetapi tidak seperti sekarang. Kalau sekarang, banyak SPBU yang habis solarnya," ungkapnya.
Sapri mengaku kadang mengantre sejak pagi tidak selalu dapat solar, karena antrean cukup panjang dan jumlah kendaraan yang mengantre sangat banyak.
"Tidak selalu dapat, kadang sudah ngantre panjang pas giliran kita habis," ujarnya.
Bahkan untuk mengantre solar, Sapri mengaku sudah harus menghentikan semua aktivitas, karena bila tidak dapat solar, ia tidak dapat mengantar pedagang jualan.
Lanjutnya, bila membeli di eceran, harganya jauh lebih tinggi, kemudian takarannya juga kadang tidak sesuai, 30 liter di eceran itu harganya mencapai Rp400 ribu, sementara di SPBU harganya Rp6.800 per liter.
"Saya ini profesi sopir, jadi kalau tidak ada solar otomatis libur ngantar pedagang jualan keliling," ungkapnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Pikap Terbakar Usai Isi BBM di Megang Sakti Musi Rawas, Sopir Sebut Korsleting Listrik di Bagian Bak |
|
|---|
| Erin Tutup Pintu Damai, Ogah Penuhi Syarat Eks ART Demi Pertaruhkan Nama Baik, Akui Dihujat |
|
|---|
| Dua Ekor Gajah Liar Masuk ke Pasar Jukung OKI, Polisi Pastikan Satwa Sudah Kembali ke Hutan |
|
|---|
| Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta Angkatan 2 Pintar Kemenag 2026, Dimulai Tanggal 22 Mei |
|
|---|
| Lirik dan Makna Lagu Say No - Tasya Kamila, Viral di TikTok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Solar-Langka-di-Lubuklinggau-Sopir-Antre-Hingga-Belasan-Jam-Antrean-Mengular-di-SPBU.jpg)