Suami Bunuh Istri di Pagar Alam

Cekik Istri Hingga Tewas, Suami di Pagar Alam Ngaku Ke RT dan Warga, Pasrah Tunggu Polisi Datang

JA (35), suami cekik istri hingga tewas di Gang Cempaka, Kelurahan Nendagung Pagar Alam secara kooperatif hubungi RT akui perbuatannya

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
sripoku/Wawan Septiawan
TKP- JA (35), suami cekik istri hingga tewas di Gang Cempaka, Kelurahan Nendagung Pagar Alam secara kooperatif hubungi RT akui perbuatannya 
Ringkasan Berita:
  • Pelaku secara kooperatif langsung menghubungi Ketua RT setempat untuk mengakui perbuatannya dan menunggu kedatangan polisi di lokasi kejadian tanpa perlawanan.
  • Kejadian itu dialami IK (30), seorang istri meregang nyawa di tangan suaminya, JA (35) di kediaman mereka.
  • Warga mengaku syok meski baru tiga bulan menempati rumah tersebut, pasangan ini dikenal sangat harmonis dan ramah.

TRIBUNSUMSEL.COM -- Warga Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, digegerkan dengan peristiwa tragis suami membunuh istri.

Kejadian itu dialami IK (30), seorang istri meregang yang nyawa di tangan suaminya, JA (35) di kediaman mereka pada Kamis (14/5/2026) sekira pukul 21.30 WIB.

Diketahui, pasangan tersebut baru sekitar tiga bulan tinggal di sana tepatnya di Gang Cempaka, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan. 

Alih-alih kabur, JA langsung menghubungi Ketua RT dan memberi tahu warga atas perbuatannya.

Baca juga: Sosok Suami Bunuh Istri di Pagar Alam, Tetangga Ungkap Kebiasaan Pelaku, Baru 3 Bulan Pindah

BUNUH ISTRI - Anggota Polres Pagar Alam saat melakukan mengamankan TKP pembunuhan di Air Perikan Kota Pagar Alam. Diduga pembunuhan ini dilakukan suami kepada istrinya.
BUNUH ISTRI - Anggota Polres Pagar Alam saat melakukan mengamankan TKP pembunuhan di Air Perikan Kota Pagar Alam. Diduga pembunuhan ini dilakukan suami kepada istrinya. (Sripoku.com/Wawan Septiawan)

Pelaku segera menelepon Ketua RT setempat untuk memberitahukan bahwa telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan istrinya tidak sadarkan diri.

Kepada tetangga sekitar, JA mengaku baru saja ribut dan mencekik istrinya. 

Ia bahkan meminta warga masuk ke rumah untuk melihat kondisi korban.

"Kami langsung diberitahu oleh suaminya jika dia dan istrinya baru saja ribut dan dia mencekik istrinya, dan meminta warga melihat istrinya yang sudah tidak sadarkan diri," kata warga sekitar kepada Sripoku.com di lokasi rumah pelaku dan korban. 

Saat warga dan polisi tiba di lokasi, JA masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan menyerahkan diri kepada personel Polres Pagar Alam tanpa perlawanan sedikit pun.

Dikenal Ramah

Kejadian ini bak petir di siang bolong bagi warga Gang Cempaka. 

Meski baru tiga bulan menempati rumah tersebut, pasangan ini dikenal sangat harmonis dan ramah dengan warga sekitar kediaman mereka.

Meskipun mereka merupakan warga baru di lingkungan tersebut karena baru tiga bulan menempati rumah yang baru dibangun, namun keduanya sudah sangat membaur dengan warga sekitar.

Bahkan, berdasarkan keterangan salah satu tetangganya, disebutkan bahwa pelaku bahkan selalu terlihat berangkat ke masjid saat waktu salat tiba.

Tidak hanya itu, menurut warga sekitar rumah, kedua suami istri tersebut tidak pernah terlihat dan terdengar adanya keributan.

"Mereka ini baru sekitar tiga bulan tinggal di sini setelah rumah mereka jadi. Kami tidak pernah mendengar ada keributan atau cekcok antara suami dan istrinya," ujar tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan menurut tetangga yang tinggal tepat di depan rumah pelaku dan korban, setiap hari pelaku selalu terlihat berangkat ke masjid saat waktu salat.

"Keduanya ramah, Pak, dengan tetangga. Bahkan kami sering melihat suaminya berjalan ke masjid saat waktu salat," katanya.

"Jadi saat kejadian tadi malam, kami juga tidak tahu jika ada pembunuhan di rumah mereka kalau bukan si suami yang memberi tahu kami langsung," ungkapnya.

Kapolres Pagar Alam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, melalui Kasat Reskrim AKP Angga Kurniawan, mengonfirmasi bahwa pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara serta mengamankan terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Angga Kurniawan.

Polisi membenarkan pelaku tidak melarikan diri bahkan menelepon Ketua RT dan memberitahukan bahwa telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan istrinya meninggal dunia.

"Ketua RT bersama warga kemudian mendatangi rumah pelaku untuk memastikan kondisi korban. Saat itu pelaku masih berada di lokasi hingga akhirnya diamankan personel Polres Pagar Alam tanpa perlawanan," katanya.

Motif 

Berdasarkan keterangan awal penyidik, pertengkaran bermula saat pelaku melihat status WhatsApp yang membuatnya marah.

Setelah itu terjadi cekcok hingga emosi pelaku memuncak.

Dalam kondisi marah, pelaku diduga mencekik leher korban hingga korban tak sadarkan diri dan meninggal dunia di rumah mereka.
 
Di tempat kejadian perkara, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, satu unit handphone, serta sebuah kalung.

"Kami sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali melihat kondisi korban di dalam rumah," jelasnya.

AKP Angga menegaskan penyidik masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk melengkapi alat bukti dan hasil visum korban.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengetahui apa sebenarnya motif pembunuhan tersebut. Apakah benar dari pengakuan pelaku atau ada motif lain," tegasnya. (Aggi Suzatri/Wawan Septiawan/Tribunsumsel.com)

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved