Banjir di Empat Lawang

Sungai Keruh Meluap Dampak Hujan Deras, 3 Desa di Empat Lawang Teredam Banjir

Dilaporkan, setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Paiker yang terdampak luapan Sungai Keruh pada Selasa (28/4) malam.

Tayang:
Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Warga
BANJIR - Luapan air Sungai Keruh kembali masuki pemukiman warga di Desa Talang Randai, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Selasa (28/4/2026) malam. Banjir ini disebabkan oleh hujan yang sebelumnya terjadi di area perbukitan atau hulu Sungai Keruh. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan lebat menyebabkan Sungai Keruh di Kecamatan Paiker, Empat Lawang meluap dan merendam tiga desa hingga 70 cm.
  • Banjir juga menggenangi jalan serta satu sekolah, dan menyisakan lumpur yang harus dibersihkan warga setelah air surut.
  • Pemerintah setempat mengimbau warga tetap waspada karena hujan di hulu masih berpotensi memicu banjir susulan.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Hujan lebat menyebabkan Sungai Keruh di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang, meluap.

Air bahkan sempat merendam rumah warga dengan ketinggian hingga 70 cm.

Dilaporkan, setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Paiker yang terdampak luapan Sungai Keruh pada Selasa (28/4) malam.

Ketiga desa tersebut yakni Desa Talang Randai, Muara Rungga, dan Padang Bindu.

Luapan air tidak hanya masuk ke rumah-rumah warga, tetapi juga menggenangi badan jalan kecamatan yang menghubungkan antar desa di wilayah tersebut.

Seperti banjir sebelumnya, luapan Sungai Keruh juga disertai material lumpur yang memperparah dampak yang ditimbulkan. Akibatnya, rumah warga di tiga desa tersebut terendam hingga setinggi 70 cm.

Pada Rabu (29/4) siang, setelah air mulai surut, warga masih harus membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap di rumah mereka.

Baca juga: Kabag Protokol Pemkot Palembang Viral usai Respon Soal Banjir, Ratu Dewa: Dijawab Dengan Kerja Keras

Baca juga: Hujan tak Pernah Ingkar Janji, Butuh Keberanian dalam Mengubah Pengelolaan Kota Terkait Banjir

Camat Pasemah Air Keruh (Paiker), Susanto, menyampaikan bahwa luapan air tidak hanya merendam permukiman dan jalan, tetapi juga berdampak pada fasilitas pendidikan.

“Untuk sementara ini mayoritas air merendam permukiman penduduk. Ada satu sekolah yang ikut terendam, yakni SD 2 Paiker yang berlokasi di Desa Muara Rungga,” katanya.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah perbukitan atau hulu sungai menjadi penyebab utama meluapnya Sungai Keruh.

“Banjir ini disebabkan oleh hujan deras di bagian hulu Paiker,” ujarnya.

Mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved