Kasus Campak di Sumsel

Sepanjang 2026, ada 26 Warga Lubuklinggau Terjangkit Campak, Didominasi Anak-anak

Kasus campak mengalami peningkatan di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkot Lubuklinggau
CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lubuklinggau, Marlinda. Sepanjang 2026, ada 26 Warga Lubuklinggau Terjangkit Campak, Didominasi Oleh Anak-anak 

Ringkasan Berita:
  • Kasus campak di Lubuklinggau meningkat, dengan 26 dari 41 orang yang diperiksa dinyatakan positif sejak Januari hingga April 2026.
  • Penyakit ini tidak hanya menyerang balita, tetapi juga mulai menjangkiti orang dewasa akibat penurunan imunitas dan imunisasi yang belum lengkap.
  • Dinkes mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan penelusuran kasus hingga ke rumah warga.

 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Kasus campak mengalami peningkatan di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dalam beberapa waktu terakhir.

Dari 41 orang yang diperiksa oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau sejak Januari hingga April 2026, sebanyak 26 orang dinyatakan positif dan 15 orang negatif.

"Memang ada peningkatan kasus sekarang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Lubuklinggau, Marlinda, saat dihubungi, Senin (13/4/2026).

Marlinda menyebutkan, kasus campak yang positif banyak terjadi pada usia balita. Namun, saat ini juga mulai menyerang usia dewasa.

"Jadi tidak terbatas pada anak-anak saja, tetapi orang dewasa juga berpotensi terjangkit, terutama melalui kontak fisik," ujarnya.

Baca juga: Kasus Campak di Sumsel Meledak Hingga 1.587 Kasus, Ribuan Tenaga Kesehatan Mulai Disuntik Vaksin

Baca juga: Sepanjang 2026, Ada 1.427 Kasus Campak di Sumsel, Status Imunisasi Campak Masih Rendah

Menurutnya, peningkatan kasus campak ini tidak hanya terjadi di Kota Lubuklinggau, tetapi juga secara nasional.

Ia menjelaskan, beberapa faktor penyebab peningkatan kasus antara lain imunisasi yang belum lengkap serta menurunnya daya tahan tubuh.

"Jika imunitas menurun, risiko terjangkit menjadi lebih tinggi. Itu yang banyak terjadi di Lubuklinggau," jelasnya.

Marlinda mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Jika kondisi tubuh tidak sehat, imunitas akan menurun. Ditambah saat ini kasus sedang meningkat, sehingga kita harus lebih waspada," ujarnya.

Selain itu, Dinkes juga telah menginstruksikan kepada seluruh puskesmas untuk melakukan sweeping atau penelusuran kasus hingga ke rumah-rumah warga.

"Petugas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui RT agar bersama-sama melakukan upaya pencegahan," tambahnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved