Gunung Dempo Erupsi

Gunung Dempo Pagar Alam Lontarkan Abu 2,5 KM, Pendakian Ditutup karena Erupsi

Gunung Api Dempo (GAD) di Kota Pagar Alam kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Slamet Teguh
Dokumentasi/PVMBG
GUNUNG DEMPO ERUPSI -- Tampak tangkapan layar dari alat seismograf PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Dempo merekam terjadinya erupsi, Selasa (7/4/2026) pukul 01:39 WIB.Ketinggian abu vulkanik mencapai 2.500 meter. 

Ringkasan Berita:
  • Gunung Api Dempo di Kota Pagar Alam mengalami erupsi dini hari dengan kolom abu mencapai ±2.500 meter, dipicu peningkatan tekanan (inflasi) di kedalaman dangkal.
  • KPH Wilayah X Dempo menghentikan sementara seluruh aktivitas pendakian dan meminta pendaki segera turun demi keselamatan.
  • Status gunung masih Level II (Waspada), dengan larangan beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah dan 2 km ke arah utara.

 

TRIBUNSUMSEL.COMM, PAGAR ALAM – Gunung Api Dempo (GAD) di Kota Pagar Alam kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Selasa (7/4/2026) dini hari pukul 01.39 WIB, gunung setinggi 3.173 mdpl tersebut mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu kelabu setinggi ± 2.500 meter di atas puncak.

Menyikapi kondisi darurat ini, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan total seluruh aktivitas pendakian ke puncak Gunung Dempo hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala KPH Wilayah X Dempo, Hery Mulyono, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan. Pihaknya juga telah membatalkan izin pendaki yang baru melapor dan meminta pendaki yang masih berada di kawasan puncak untuk segera turun.

"Pendakian kita hentikan sementara sambil menunggu informasi selanjutnya. Kami sudah berkoordinasi dengan Brigade untuk memerintahkan pendaki yang masih di atas agar segera turun demi keamanan," tegas Hery, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Gunung Api Dempo Erupsi, Aktivitas Pendakian Dihentikan Hingga Batas Waktu Belum Ditentukan

Baca juga: Badan Geologi Ungkap Kondisi Terkini Gunung Api Dempo Pasca Erupsi Lagi, Abu Mencapai 2.500 Meter

Analisis Badan Geologi: Terjadi Inflasi 

Petugas Pos Pengamatan GAD, Megian, menjelaskan bahwa erupsi kali ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm berdurasi sekitar 2 menit 56 detik. Kolom abu teramati tebal dan condong mengarah ke timur. Laporan hujan abu tipis bahkan sudah menerjang wilayah di sisi timur dalam radius 4,7 km dari puncak.

"Data tiltmeter dari Stasiun Tugu Rimau sejak 2 April 2026 menunjukkan tren inflasi atau peningkatan tekanan pada kedalaman dangkal. Hal ini memicu terjadinya erupsi freatik yang sifatnya tiba-tiba," jelas Megian membacakan laporan Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria.

Meskipun aktivitas vulkanik meningkat, tingkat aktivitas Gunung Api Dempo saat ini masih bertahan di Level II (Waspada).

Radius Bahaya dan Imbauan 

Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak mendekati atau bermalam di dekat pusat aktivitas kawah Marapi.

"Dilarang beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah, serta sejauh 2 km ke arah bukaan kawah di sektor utara. Lokasi tersebut berpotensi terlanda lontaran material erupsi freatik dan gas-gas vulkanik yang membahayakan nyawa," tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu yang tidak jelas sumbernya dan selalu memantau perkembangan aktivitas melalui sumber terpercaya seperti Badan Geologi, BPBD setempat, atau langsung ke Pos Pengamatan Gunung Api Dempo di Kelurahan Dempo Makmur.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved