Macan Tutul Masuk Pekarangan di OKU

Teror Hewan Buas di Baturaja Timur OKU, Belasan Ayam Mati Tercabik, Diduga Ulah Macan Tutul

Belasan ekor ayam milik warga mati dalam kondisi tercabik-cabik di Baturaja Timur, Kabupaten OKU, diduga ulah macan tutul.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dokumentasi/Sutarno
TEROR HEWAN BUAS -- Tampak jejak hewan diduga macan tutul di pekarangan rumah Sutarno alias Bana warga OKU. 

Ringkasan Berita:
  • Belasan ekor ayam milik Sutarno alias Bana di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, ditemukan mati dalam kondisi tercabik.
  • Ada jejak kaki mirip macan tutul yang tertinggal di pekarangan rumah pemilik ayam dan diduga lebih dari satu ekor.
  • Warga khawatir dan akan berjaga-jaga, termasuk membuat api unggun dan asap dengan harapan hewan tersebut tak datang lagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Belasan ekor ayam milik warga mati dalam kondisi tercabik-cabik di kawasan Kemiling, Jalan H.M. Muslimi, RT 05, Dusun 4, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sumsel. 

Ayam tersebut milik Sutarno, warga setempat yang sudah beberapa hari tak pulang ke rumah karena memutuskan berlebaran di tempat orangtuanya di Kecamatan Batumarta, OKU

Ia menduga ayam-ayamnya mati akibat serangan macan tutul yang masuk ke pekarangan rumah. 

“Kalau melihat jejaknya, masih diperkirakan tadi pagi. Mungkin macan tutul membawa anaknya karena jejak yang tertinggal lebih dari satu ekor. Ayamku 11 ekor dicabik-cabik namun tidak dimakan,” terang guru PNS yang akrab disapa Pak Bana ini.

Kata Bana, ia sengaja pulang untuk mengecek kondisi rumah yang sudah ditinggal selama beberapa hari.

Betapa kagetnya ia saat menemukan belasan ekor ayam kampung peliharaannya sudah mati dalam kondisi mengenaskan. 

Ayam-ayam tersebut mati dengan kondisi tercabik-cabik dan bergelimpangan di pekarangan rumahnya.

Di sekitarnya ditemukan jejak kaki mirip kaki harimau atau macan tutul.

Jejak kaki yang tertinggal cukup banyak sehingga Bana menduga hewan buas yang datang ke rumahnya lebih dari satu ekor. 

Menurut Bana, di sekitar rumahnya memang masih sepi, jarak dengan tetangga terdekat sekitar 200 meter.

Waktu kejadian rumah sedang sepi karena Bana bersama anak dan istrinya sedang ke Batumarta merayakan Lebaran Idulfitri bersama orangtua.

Saat rumah sedang sepi itulah hewan buas ini masuk pekarangan dan menghabiskan belasan ekor ayam serta merusak kandang-kandang ayam, mulai dari ayam dewasa sampai anak ayam habis dicabik-cabik.

Bana bersyukur karena saat ini semua anggota keluarganya sedang Lebaran di Batumarta sehingga tidak sempat menyaksikan “teror” binatang buas ini yang memangsa belasan ayam pemilik rumah.

Meskipun masih khawatir dengan kedatangan hewan liar ini, Bana mengaku tidak terlalu takut.

Langkah yang dilakukan adalah berjaga-jaga dan mengantisipasi, termasuk membuat api unggun dan membuat asap agar hewan buas ini tidak kembali mengusik ketenangan warga.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved