Berita Lubuklinggau

Warga Tewas Saat Mencari Ikan Diduga Diserang Harimau di Musi Rawas, Ini Respon Pihak TNKS  

Seorang warga tewas saat mencari ikan di Sungai Bal di hulu Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Kharisma Tri Saputra
tribunsumsel.com/khoiril
ILUSTRASI MAYAT - seorang warga tewas saat mencari ikan di Sungai Bal, tepatnya di hulu Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga tewas saat mencari ikan di Sungai Bal, tepatnya di hulu Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
  • Pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah V Lubuklinggau berencana menurunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan.
  • Petugas TNKS telah mendatangi rumah duka untuk menggali informasi terkait kejadian tersebut

 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang warga tewas saat mencari ikan di Sungai Bal, tepatnya di hulu Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan langsung direspon pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah V Lubuklinggau.

Pihak TNKS berencana menurunkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Iya informasinya memang demikian, tadi pagi saya dapat informasi dari aparat kecamatan di sana,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Balai Besar TNKS Lubuklinggau, Faried pada wartawan.

Ia mengaku petugas TNKS telah mendatangi rumah duka untuk menggali informasi terkait kejadian tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Menurutnya berdasarkan keterangan keluarga korban, akses menuju lokasi kejadian memang berada di dalam kawasan hutan TNKS dan membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dari Dusun Sri Pengantin.

“Kalau dilihat dari luka yang dialami korban, dugaan sementara mengarah pada serangan hewan buas yang diindikasikan lebih besar ke arah harimau,” ujarnya.

Selain, itu pihaknya juga menerima informasi dari warga mengenai adanya jejak kaki harimau di sekitar lokasi kejadian.

Namun untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim TNKS akan turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Kalau informasinya dari warga ada jejak. Kami belum ke lokasi, apakah sore ini atau besok pagi tim akan masuk ke dalam untuk mengecek TKP,” ungkapnya.

Beberapa waktu sebelum kejadian, petugas TNKS memang telah melakukan patroli pengawasan di kawasan tersebut dan menemukan jejak kaki harimau di sekitar lokasi.

"Beberapa waktu lalu petugas juga mendapati jejak-jejak harimau di sekitar sana,” ujarnya.

Faried menambahkan, sebenarnya tidak diperbolehkan beraktivitas di dalam kawasan hutan TNKS yang merupakan habitat satwa liar, termasuk harimau.

Apalagi jika masuk seorang diri tanpa pendamping.

“Tapi kadang mencari ikan atau keperluan sehari-hari. Kami tidak bisa sepenuhnya melarang, tetapi aktivitas sendiri-sendiri di habitat hewan buas tentu berisiko dan bisa menimbulkan kejadian fatal,” ujarnya (Joy)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved