Pangkalan LPG di Musi Rawas Viral
Pangkalan LPG di Musi Rawas Viral Disebut Jual Keluar Desa, Disperindag Turun Tangan
Pangkalan LPG 3Kg di Desa Pedang, Muara Beliti, Musi Rawas viral disebut menjual gas ke luar desa hingga membuat warga setempat tak kebagian.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pangkalan LPG 3Kg di Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas viral disebut menjual gas ke luar desa hingga membuat warga setempat tak kebagian.
- Menindaklanjuti keluhan tersebut, Disperindag Musi Rawas langsung turun ke lapangan melakukan sidak
- Hanya ada 2 keputusan untuk pangkalan tersebut, apakah nanti ditutup sepenuhnya atau tetap beroperasi
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Viral di media sosial, pangkalan LPG 3Kg di Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas disebut menjual gas ke luar desa hingga membuat warga setempat tak kebagian.
Dugaan tersebut viral diposting beberapa akun media sosial Facebook, salah satunya akun atas Info Kriminal Lubuklinggau.
Dalam video beredar, perekam menyebutkan bahwa pangkalan LPG 3kg tersebut milik DS yang berada di Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas langsung turun ke lapangan.
Kasi Distributor Pangan Disperindag Musi Rawas, Armansyah mengatakan, pihaknya sudah turun langsung pangkalan tersebut.
Bahkan lanjut Armansyah, masalah yang terjadi juga sudah diselesaikan.
Hanya saja, untuk saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Agen yang menjadi penyuplai LPG 3Kg di pangkalan tersebut.
"Kami sudah cek ke lapangan dan masalahnya juga sudah diselesaikan," kata Arman kepada Sripoku.com, Jumat (20/2/2026).
Disampaikan Arman, bahwa hanya ada 2 keputusan untuk pangkalan tersebut, apakah nanti ditutup sepenuhnya atau tetap beroperasi.
"Kalau ditutup berarti selesai, kalah tetap jalan, tapi dengan syarat harus perbaikan manajemen distribusinya," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan warga, bahwa pada saat pendistribusian LPG 3Kg, masyarakat setempat kerap tak kebagian.
"Memang masyarakat tidak bisa dapat semuanya, karena untuk seminggu jatahnya di pangkalan itu hanya 140 unit," tegasnya.
Lebih lanjut Arman menjelaskan, jika memang pangkalan tersebut tetap beroperasi, dan mengingat kuota yang ada cukup terbatas.
Maka sambung Arman, ke depan untuk masyarakat di Dusun 4 Desa Pedagang, bakal dipilih siapa yang berhak mendapat jatah LPG.
"Artinya yang mampu tidak dapat jatah, dan jangan protes. Ini tujuannya, agar distribusi LPG di pangkalan itu, tepat sasaran," tutupnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Anak di Bawah Umur Diduga Disekap, Dicekoki Narkoba WNA di Jakut, Hotman Paris Turun Tangan |
|
|---|
| Pengakuan Pasien Pengobatan Totok Sirih Ferizka Utami Viral di Palembang, Bayar Seikhlasnya |
|
|---|
| Kunci Jawaban Pelatihan pada Modul Cinta Tanah Air Bagian 6, Pelatihan KBC di Pintar Kemenag 2026 |
|
|---|
| Sosok Shendy Hadju Ibunda Syifa Hadju, Calon Besan Maia Estianty Berdarah Gorontalo |
|
|---|
| Kunci Jawaban Latihan Pada Modul Cinta Alam Bagian 5, Kurikulum Berbasis Cinta Pintar Kemenag 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pangkalan-LPG-di-Musi-Rawas-Viral-Disebut-Jual-Keluar-Desa-Disperindag-Turun-Tangan.jpg)