Berita OKU

Kades di OKU Berharap Dana Desa Dikembalikan Seperti Semula, Sebut Pembangunan Terancam Mandek

Para Kepala Desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel berharap anggaran Dana Desa (DD) tahun 2026 dikembalikan seperti semula.

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUN SUMSEL
DANA DESA -- Pemangkasan dana desa tahun anggaran 2026 juga dikeluhkan para Kades di Kabupaten OKU. Kepala Desa Pengaringan, Kecamatan Semidang Aji, Irwadi berharap dana desa dikembalikan seperti semula. 
Ringkasan Berita:
  • Kades Pengaringan OKU, Irwadi mengatakan harapan dana desa dikembalikan seperti semula agar pembangunan desa tetap berjalan sesuai harapan masyarakat
  • Dana yang hampir berkurang separuh,, Irwadi memastikan sejumlah program pembangunan tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran
  • Kegiatan sosial di bidang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa, termasuk BLT Dana Desa, juga ikut terdampak

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Para Kepala Desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel berharap anggaran Dana Desa (DD) tahun 2026 yang sudah dipangkas kini bisa dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Desa Pengaringan, Kecamatan Semidang Aji, Irwadi mengatakan, harapan dana desa dikembalikan seperti semula agar pembangunan desa tetap berjalan sesuai harapan masyarakat.

Diketahui, dana desa Pengaringan tahun 2025  sebesar Rp631.000.000.

Namun pada tahun 2026, anggaran tersebut berkurang menjadi Rp341.000.000.

Dengan dana yang hampir berkurang separuh itu, Irwadi memastikan sejumlah program pembangunan tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“Masih banyak infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, seperti Jalan Usaha Tani, siring desa, pengadaan air bersih, dan pembangunan fisik lainnya yang dipastikan tidak bisa direalisasikan,” ujarnya.

Menurutnya, hampir seluruh program yang bersumber dari Dana Desa terdampak pemangkasan.

Baca juga: Jeritan Kades di OKI, Dana Desa Dipangkas Hingga 80 Persen, Sebut Infrastruktur & BLT Ikut Terdampak

Ada yang dipangkas sebagian, bahkan ada yang dipangkas seluruhnya.

Kegiatan sosial di bidang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa, termasuk BLT Dana Desa, juga ikut terdampak.

Begitu pula kegiatan keagamaan serta bantuan bagi lansia yang terancam sulit dilanjutkan.

“Kami tidak setuju dengan pemangkasan Dana Desa yang begitu besar. Masih banyak kebutuhan dan program pembangunan desa yang sudah dianggarkan terpaksa dibatalkan,” tegasnya.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved