Harga Karet Hari Ini

Harga Getah Karet di OKI Tak Ada Kenaikan Selama Januari 2026, Mingguan Dijual Rp 12 Ribu Perkilo

Kendati di beberapa tempat harga jual getah karet ada yang naik, ada juga yang justru menurun. Sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
GETAH KARET - Para Petani Saat Mengantre Menjual Getah Karet Hasil Panen Mereka 

Ringkasan Berita:
  • Harga getah karet kering di Kabupaten OKI belum menunjukkan kenaikan signifikan dan cenderung bervariasi antarwilayah selama Januari 2026.
  • Di Kecamatan Mesuji, harga mingguan turun dari Rp 13.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram, meski dinilai masih stabil dibanding akhir 2025.
  • Petani berharap harga karet kembali naik agar pendapatan lebih stabil di tengah cuaca hujan yang menghambat produksi.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Hampir sebagian petani karet di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merasakan harga jual getah karet kering tak kunjung naik signifikan dalam sebulan terakhir.

Kendati di beberapa tempat harga jual getah karet ada yang naik, ada juga yang justru menurun. Sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing.

Dikatakan salah satu petani karet di Kecamatan Mesuji, Rahmat untuk harga getah karet mingguan saat ini dibeli berkisar Rp 12.000 perkilogram.

"Terakhir saya menjual getah karet awal bulan Januari harganya masih Rp 13.000. Saat ini harganya sedikit turun menjadi Rp 12.000 perkilo," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026) siang.

Meski demikian Rahmat menyebut harga bulan ini terakhir terbilang lebih rendah dibandingkan selama akhir tahun 2025 yang pernah sentuh Rp 15.000 perkilo.

"Memang selama bulan Januari 2026 ini harganya cendrung lebih stabil. Tidak terjadi kenaikan yang tinggi," imbuhnya.

Baca juga: Pekan Terakhir Bulan Januari 2026, Harga Karet di OKU Bervariasi, Antara Rp 12.500-Rp 14.100 Perkilo

Baca juga: Ekspor Karet Sumsel Naik 4,6 Persen Sepanjang 2025, Amerika Serikat Masih Jadi Pasar Utama

Meski harga sedang stabil, akan tetapi dalam satu bulan terakhir kerap turun hujan deras dan acap kali petani tidak bisa menyadap kebun karet miliknya.

"Meskipun harganya menurun, tapi lumayan masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah dengan 1 hektar kebun karet biasanya bisa mendapat 100 kilo setiap 2 pekan,"

"Rata-rata setiap bulannya masih bisa mengumpulkan sekitar Rp 2 juta sekali jual. Tetapi pendapatan tergantung juga  dengan harga jualnya," ujarnya.

Sebagai petani karet. Ia berharap harga komoditi karet dapat semakin naik karena sangat dibutuhkan untuk biaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sekolah anaknya.

"Kalau harganya bisa kembali naik dan pendapatan petani stabil. Maka bisa menambah pendapatan dan ekonomi bisa sejahtera," tandasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran wahtsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved