Banjir di OKI

Daftar 4 Kecamatan OKI yang Teredam Banjir Akibat Hujan Deras, Petugas Mulai Evakuasi Warga.

Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada awal tahun 2026 memicu bencana banjir yang menimpa masyarakat.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/BPBD OKI
BANJIR - Bencana banjir yang membuat puluhan rumah masyarakat di Desa Cahaya Maju tergenang air luapan sungai Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Sabtu (10/1/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Curah hujan tinggi memicu banjir di Kabupaten OKI, merendam ribuan rumah di puluhan desa yang tersebar di empat kecamatan akibat luapan sungai.
  • BPBD OKI menyebut warga telah terdampak sejak 2–4 hari terakhir dan petugas gabungan diterjunkan untuk evakuasi ke tempat aman.
  • Masyarakat diimbau waspada banjir susulan, mengamankan barang berharga, mengawasi anak-anak, serta segera melapor jika air naik signifikan.

 

TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada awal tahun 2026 memicu bencana banjir yang menimpa masyarakat.

Akibat luapan sungai yang tidak terbendung, membuat ribuan rumah di puluhan desa yang tersebar di 4 Kecamatan dilaporkan terendam.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Trissuyanto, mengonfirmasi bahwa kondisi ini dipicu cuaca ekstrem yang membuat sungai-sungai di wilayah tersebut tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

"Ya, sebagian besar wilayah terdampak banjir akibat luapan air sungai yang tak dapat menampung hujan yang datang terus-menerus," ujar Nova saat dikonfirmasi Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post pada Sabtu (10/1/2026) pagi.

Berdasarkan data yang diperoleh 4 Kecamatan terdampak peristiwa ini, yaitu Mesuji tersebar di Desa Marga Bhakti, Jaya Bhakti dan Kota Baru. Lalu Lempuing di Desa Bumiarjo, Dabuk Rejo, Cahya Bumi, Cahya Makmur, Cahya Tani dan Tebing Suluh.

Selanjutnya Kecamatan Mesuji Makmur yaitu Desa Gading Sari. Serta Kecamatan Air Sugihan hampir merata seluruh desa.

Menurutnya, masyarakat beberapa desa rumahnya telah terdampak banjir sejak 2 sampai 4 hari terakhir, hingga membuat petugas gabungan diterjunkan di lokasi.

"Petugas sudah berada di titik-titik desa yang banjir, bahkan hari ini kami menuju  Desa Tebing Suluh, untuk upaya evakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Baca juga: Ini Daftar Wilayah di PALI Berpotensi Banjir, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada

Baca juga: Sosok Sertu Gunarto, Babinsa Selamatkan Satu Keluarga Dalam Mobil yang Terjebak Banjir di OKU Timur 

Dengan adanya kejadian banjir ini, Nova mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca yang masih belum menentu.

"Waspadai potensi luapan air sungai, terutama pada saat pasang maksimum dan usai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi," 

"Amankan barang-barang berharga, dokumen penting dan peralatan elektronik ke tempat lebih tinggi. Awasi anak-anak agar tak bermain atau beraktivitas di sekitar sungai," pesannya.

Selain itu. Nova turut mengingatkan bagi nelayan sungai dan pengguna perahu untuk diminta lebih berhati-hati, memperhatikan arus yang lebih deras dan potensi benda hanyut.

"Segera laporkan ke aparat desa atau petugas terkait apabila terjadi kenaikan air secara signifikan atau tanda-tanda darurat lainnya," pungkasnya.

 

 

 

 

 

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung Dalam Saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved