Berita Lubuklinggau
Bocah Kelas 5 SD di Lubuklinggau Meninggal Kena DBD, Sempat Demam Tinggi Hingga Dirawat di RS
Bilqis Dwi Ufaira bocah berusia 11 tahun di Kota Lubuklinggau meninggal dunia karena terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Seorang bocah kelas 5 SD di Lubuklinggau bernama Bilqis Dwi Ufaira meninggal dunia usia terserang Demam Berdarah
- Sebelumnya, Bilqis sempat demam tinggi hingga dirawat di rumah sakit
- Kadinkes Kota Lubuklinggau, Marlinda mengaku belum menerima laporan dan segera memerintahkan puskesmas terdekat untuk melakukan pantauan
Laporan wartawan TribunSumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Bilqis Dwi Ufaira bocah berusia 11 tahun di Kota Lubuklinggau meninggal dunia karena terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Warga yang tinggal di Jalan Warigin Lintas Kelurahan Puncak Kemuning Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini sempat dirawat di RS Siti Aisyah Lubuklinggau.
Sebelum meninggal dunia murid kelas 5 SD ini sering main di tempat neneknya di Jalan Bengawan Solo RT 04 Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Febriani, orangtua almarhumah Bilqis bercerita awalnya menderita demam tinggi dan telapak tangannya dingin, kemudian Bilqis dibawa berobat oleh ibunya.
"Sejak Jumat (2/1/2025) keluhannya demam panas, hari itu langsung suntik di Mangga Besar (tempat tinggalnya)," ungkap Febriani pada wartawan, Jumat (9/1/2025).
Kemudian, di hari Senin, dalam kondisi sakit anaknya masih sekolah, namun saat pulang sekolah mual-mual dan masih demam tinggi.
"Selasa besoknya kembali sekolah, lalu diantar pulang oleh guru karena pucat, kemudian dibawa ke dokter Suud dan divonis amandel," ujarnya.
Setelah disuntik rupanya Bilqis masih tidak ada perubahan, malamnya Bilqis demam tinggi merasa badannya sakit semua, paginya ia meminta kepada ibunya untuk diantar ke rumah sakit.
"Karena merasa letih lesu akhirnya saya bawa antar ke rumah sakit, setelah dirawat dan diambil sampel darah dinyatakan kena DBD," ungkapnya.
Setelah menjalani perawatan dua hari di rumah sakit, pada Kamis (8/1/2026) kemarin kondisinya sempat membaik, Bilqis yang sejak sakit tak mau makan pagi itu mau makan.
Bilqis sempat makan dengan lahap dan menghabiskan nasi, Febriani sempat senang dan mengira anaknya membaik.
Namun, sorenya kondisinya kembali drop, Bilqis merasa badannya semua pegal dan capek, malamnya keluar cairan busa dari mulutnya.
"Karena panik saya lapor perawat dan dokter, kemudian diberi suntikan obat oleh perawat dan dokter," ungkapnya.
Selanjutnya tidak lama berselang setelah diberi obat terjadi pendarahan dengan keluar darah dari mulut Bilqis secara terus menerus.
| Ngaku Korban Banjir Agam Sumbar dan Tersesat di Lubuklinggau, Mega Silvia Dipulangkan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Korupsi di DLH Lubuklinggau Diisukan Dihentikan, Jaksa Tegaskan Tetap Berjalan |
|
|---|
| Meteran Listrik Non Subsidi Bisa Diubah ke Subsidi, Oknum Petugas di Lubuklinggau Patok Rp 600 Ribu |
|
|---|
| Tersasar di Lubuklinggau Sumsel, Wanita ini Ngaku Korban Banjir di Sumbar, Kondisinya Linglung |
|
|---|
| Jalan Umum Jadi Tumbal Perusahaan Pemkot Lubuklinggau Minta Kewenangan Tutup Akses Angkutan Batubara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bocah-Kelas-5-SD-di-Lubuklinggau-Meninggal-Kena-DBD.jpg)