Natal dan Tahun Baru 2026

Surat Edaran Bupati OKI Saat Malam Tahun Baru 2026, Pastikan Tak Ada Perayaan Berlebihan

Pemerintah Kabupaten OKI secara resmi memutuskan tak menggelar perayaan secara berlebih-lebihan.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab OKI
TAHUN BARU - Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan peniadaan perayaan euforia merupakan bentuk empati mendalam dan solidaritas bagi saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab OKI memastikan tidak ada perayaan kembang api pada malam tahun baru 2026
  • Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
  • Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati OKI

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Langit Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipastikan akan sunyi dari dentuman kembang api pada malam pergantian tahun 2026 mendatang.

Pemerintah Kabupaten OKI secara resmi memutuskan tak menggelar perayaan secara berlebih-lebihan.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan peniadaan perayaan euforia merupakan bentuk empati mendalam dan solidaritas bagi saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Keputusan tegas tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati OKI Nomor: 100.3.42/095/2025.

Melalui aturan tersebut, masyarakat diimbau menyikapi pergantian tahun dengan kesederhanaan.

Muchendi menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat Kecamatan hingga Desa untuk mengarahkan warganya pada kegiatan yang lebih bermakna.

"Kami mengimbau para Camat, Kepala Desa dan Lurah supaya mengajak tokoh agama serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengadakan zikir dan doa bersama di wilayah masing-masing," ujarnya pada Selasa (30/12/2025) siang.

Baca juga: Masyarakat Tak Boleh Berada di Jembatan Ampera Palembang Selama Ditutup 3 Jam Saat Malam Tahun Baru

Baca juga: 153.000 Kendaraan Padati JTTS Jelang Tahun Baru 2026, Tol Palindraprabu dan Terpeka Paling Ramai

Selain itu. Ia menekankan penting menjaga ketenangan dan ketertiban umum.

Masyarakat diminta tidak selenggarakan kegiatan yang bersifat hura-hura atau euforia berlebihan yang berpotensi ganggu kondusifitas wilayah.

"Mari kita semua menahan sorak, menyalakan doa dan menjaga hening. Tahun baru di OKI tanpa kembang api. Cukup doa sebagai bentuk empati dan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah," ungkapnya.

Selain sebagai bentuk empati, kebijakan ini bertujuan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bumi Bende Seguguk tetap kondusif terkendali jelang awal tahun 2026.

"Kami turut menghimbau warga untuk melakukan upaya pengendalian keamanan, ketertiban dan kondusifitas wilayah masing masing saat pergantian tahun baru," pungkasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved