Berita Selebriti

Profil Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Asal Mesir Bantah Dugaan Pelecehan Terhadap Santri

Pendakwah asal Mesir, Syekh Ahmad Al Misry, kini muncul membantah terkait laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/ahmad_almisry2
PROFIL - Pendakwah asal Mesir, Syekh Ahmad Al Misry, kini muncul membantah terkait laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri yang menyeret namanya. 

Habib Mahdi kemudian menceritakan salah satu kejadian yang dialami korban di Purbalingga.

Saat itu, korban yang masih berusia 15 tahun bertemu dengan SAM yang sedang melakukan safari dakwah dan menginap di pondok pesantren milik paman korban.

"Kebetulan bertamu di pondok pesantren pamannya si korban ya. Sebagai tamu, minta ditemenin. Setelah ditemenin ngobrol-ngobrol ditawarin, mau enggak saya berangkatin ke Mesir menjadi hafiz Alquran. Nanti kalau ke sana memiliki sanad," jelas Habib Mahdi lagi.

Korban kembali menerima perlakuan penyimpangan lainnya saat menginap di rumah SAM.

Hingga saat ini, pihak pelapor terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat laporan di Bareskrim Polri, sementara masyarakat diminta untuk tetap mengawal kasus ini hingga tuntas di ranah hukum.

Kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati, menjelaskan bahwa video tersebut merekam momen ketika terlapor pernah menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah tokoh ulama.

“Bukti yang diserahkan kita tadi ke penyidik, bukti chat ya, terus video, dan ada beberapa bukti yang lain juga," ungkap Wati. 

"Kalau video itu ada kayak semacam pada saat itu ada tabayyun, jadi ada permohonan maaf dari si pelaku ini kepada tokoh-tokoh ulama,” jelasnya.

Syekh Ahmad Al Misry Bersumpah Membantah

Syekh Ahmad Al Misry alias SAM akhirnya muncul dan menanggapi tuduhan dugaan tindak pelecehan seksual menyimpang yang ia lakukan terhadap sejumlah santri.

Syekh asal Mesir itu mengeklaim dirinya memiliki bukti telah difitnah.

"Tuduhan pelecehan kepada santri, itu tidak benar adanya. Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya, sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dan juga ada saksi-saksinya," jelasnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (23/4/2026).

Dia juga menyayangkan nama Nabi Muhammad SAW yang disebut dalam kasus ini.

Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut bukan hanya menyerang pribadinya, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap simbol suci agama.

"Tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim, adalah fitnah terhadap Rasulullah SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Nauzubillah," tegasnya dengan nada emosional.

Ia bahkan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan fatwa atau pernyataan menyesatkan seperti yang dituduhkan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved