Berita Selebriti

Tangis Pinkan Mambo Berjuang Ngamen Demi Pengobatan Anaknya Sakit Jantung, Divonis Hidup 3 Hari

Penyanyi Pinkan Mambo tak kuasa membendung tangisnya saat mengungkap kisah perjuangan hidupnya yang memilukan demi pengobatan anaknya, Luke. 

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube/C8 Podcast
TANGIS PECAH- Penyanyi Pinkan Mambo tak kuasa membendung tangisnya saat mengungkap kisah perjuangan hidupnya yang memilukan demi pengobatan anaknya, Luke yang sakit jantung dan harus berobat ke RS Singapura 

Ringkasan Berita:
  • Penyanyi Pinkan Mambo tak kuasa membendung tangisnya saat mengungkap kisah perjuangan hidupnya yang memilukan demi menyelamatkan sang buah hati, Luke. 
  • Pinkan mengungkapkan bahwa Luke, putra kelima dari keenam anaknya itu mengidap kelainan jantung dan membutuhkan perawatan intensif  di Singapura dan obat-obatan rutin yang harganya tidak murah
  • Disinggung keberadaan Arya, Pinkan mengungkapkan bahwa suaminya selalu memberikan dukungan moril dan membantu ekonominya.

TRIBUNSUMSEL.COM - Di balik aksi viralnya melakukan live di TikTok hingga mengamen di pinggi jalan, Pinkan Mambo rupanya nekat melakukan itu semata-mata demi kelangsungan hidup dan kesehatan anak-anaknya.

Penyanyi Pinkan Mambo sampai tak kuasa membendung tangisnya saat mengungkap kisah perjuangan hidupnya yang memilukan demi menyelamatkan sang buah hati, Luke. 

Pinkan mengungkapkan bahwa Luke, putra kelima dari keenam anaknya itu mengidap kelainan jantung dan membutuhkan perawatan intensif dan obat-obatan rutin yang harganya tidak murah.

Baca juga: Batal Berhenti Ngamen di Jalan, Pinkan Mambo Pilih Ikuti Kata Arya Khan Ketimbang Protes Sang Anak

Kabar terbaru Pinkan Mambo dan Arya Khan, kini rumah tangga diambang penceraian.
Kabar terbaru Pinkan Mambo dan Arya Khan, kini rumah tangga diambang penceraian. (Warta Kota/Arie Puji)

Dalam Podcast yang dipadu Ivan Gunawan yang tayang pada Selasa (7/4/2026), mantan personel Ratu ini menceritakan momen ketika ia harus membawa anaknya yang sedang dalam kondisi kritis untuk berobat ke Singapura dengan keterbatasan biaya.

"Ke Singapura kemarin kan halu, aku jalan aja gitu. Pengin ke Singapura ah gitu. Kayak kata orang dokternya bagus gitu, terus aku ke Singapura aku naik kapal sama anak aku. naik kapal laut 30 jam," ungkap Pinkan.

Keputusan naik kapal diambil bukan tanpa alasan; selain masalah biaya, Luke ternyata memiliki ketakutan luar biasa untuk naik pesawat, yang belakangan dikonfirmasi dokter bahwa pasien jantung memang berisiko jika menggunakan transportasi udara.

"Aku cuma percaya nanti Allah yang bayarin kok, tiba-tiba sama Singapur boleh cicil, tadinya aku udah bilang "kalau enggak bisa atau pakai DP aku pulang aja", sama orang sana ditolongin," sambung Pinkan Mambo.

Kondisinya sempat memburuk hingga tim medis memberikan vonis yang menyayat hati.

"Dokternya semuanya udah angkat tangan. 'Ah enggak usah diapa-apain' katanya, 'udah hancur jantungnya'. Aku kayak berapa hari lagi Dok ya? '3 hari lah' katanya gitu," kenang Pinkan dengan berderai air mata.

Berkat kekuatan doa dan perjuangan tersebut, Luke kini masih bertahan hidup meskipun harus rutin menjalani kontrol medis ke Singapura setiap dua bulan sekali.

Pinkan mengungkapkan bahwa ia sudah terbiasa hidup susah sejak dulu. 

Baca juga: Alasan Pinkan Mambo Nekat Ngamen di Jalan, Kejar Target Rp100 juta Demi Sekolah Anak

Disinggung keberadaan Arya, Pinkan mengungkapkan bahwa suaminya selalu memberikan dukungan moril dan membantu ekonominya.

"Iya, dia men-support aku, men-support kayak ngamen di jalan dia support aku, ya support aku sih dia. Ya kalau... kalau ngomongin hubungan suami istri pasti yang namanya suami istri enggak mungkin lancar semuanya, pasti ada yang kita kerikil-kerikil, kerikilnya. Tapi kita mau ganti 1000 kali juga akan ketemu yang sama. Jadi maksudnya, Arya udah baik banget sih buat aku gitu." ujar  Pinkan Mambo.

Salah satu alasan kuat Pinkan merasa sangat cocok dengan Arya adalah latar belakang mereka yang serupa. 
Arya, yang juga memiliki pengalaman mengamen, dianggap Pinkan sebagai sosok yang memiliki empati tinggi terhadap kemiskinan dan kerja keras.

"Kenapa aku nikahin dia, karena mungkin aku pikir nih orang itu bisa nih hidup sama gue. Dia mengerti orang susah tuh kayak gimana. Gue ngerasa susah, dan dia tahu rasanya jadi gua," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved