Berita Selebriti

Denada Kini Minta Gugatan di PN Banyuwangi Dicabut Setelah Berdamai dengan Ressa Rizky Rossano

Penyanyi Denada berharap Ressa Rizky Rossana mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi setelah berdamai dengan anaknya.

Instagram/Tangkapan layar @denadaindonesia
DENADA BERTEMU RESSA - Momen pertemuan Denada dan Ressa Rizky Rossano saat rayakan Lebaran. Hal ini diunggah Denada lewat Instagram miliknya, Selasa (24/3/2026). 

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak," tutur Denada.

Kini hubungan antara Denada dan Ressa pun berangsur membaik.

Bahkan keduanya belum lama ini sudah bertemu secara langsung.

Risna Ories, manajer Denada, pun menceritakan momen pertemuan haru antara ibu dan anak yang telah terpisah selama 24 tahun itu.

Dikatakan oleh Risna, dalam pertemuan itu, baik Denada maupun Ressa, keduanya saling meluahkan rasa.

"Alhamdulillah kemarin tuh happy bangetlah mereka happy gitu ya. Saling meluahkan rasa. Dikit-dikit megang peluk, dikit-dikit ngelihatin gitu," ujar Risna dikutip dari YouTube Insertlive, Senin (23/3/2026).

Dalam pertemuan itu, baik Dena maupun Ressa sama-sama tak kuasa membendung tangisnya.

"Dikit-dikit nangis gitu ya. Alhamdulillah," sambungnya.

Sang manajer mengatakan Denada merasa lega setelah ia bertemu dengan Ressa.

Pertemuan itu pun sekaligus menjadi momen di mana Denada melepaskan beban yang bertahun-tahun ia pendam.

"Wah pasti legalah Dena tuh. Lega sekali karena dia selama ini, ini kan jadi satu beban yang dia simpan berapa tahun lamanya kan itu benar-benar rilis, Ressa juga rilis semuanya ya. Alhamdulillah," tukasnya.

Alasan Denada Titipkan Ressa ke Banyuwangi

Sebelumnya, penyanyi Denada akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait keputusannya menitipkan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk diasuh oleh keluarga bibinya di Banyuwangi selama 24 tahun.

Dalam wawancara bersama Feni Rose pada Senin (1/3/2026), Denada mengungkapkan bahwa keputusan itu lahir dari rasa bersalah dan keinginannya memberikan kehidupan "sempurna" bagi sang anak.

Denada mengaku tak berniat untuk membuang darah dagingnya sendiri sampai dianggap menelantarkan.

Denada mengakui bahwa periode setelah melahirkan Ressa adalah masa-masa terberat dalam hidupnya.

Selain harus melahirkan tanpa didampingi sosok suami, ia mengaku mengalami peristiwa traumatis yang sangat memengaruhi kondisi mentalnya saat itu.

"Ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku yang cukup berat dan menyisakan trauma secara mental," ujar Denada.

Ia merasa bersalah karena tidak mampu memberikan situasi keluarga yang ideal—ada ayah dan ibu dalam satu atap—untuk putranya yang baru lahir.

"Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia, bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran keluarga yang utuh... yang terbaik seharusnya kan buat seorang anak tumbuh ada bapak, ada ibu, di dalam satu rumah tangga," ungkap Denada dengan suara bergetar.

Denada mengaku mencemaskan masa depan Ressa, terutama saat sang anak mulai masuk sekolah dan harus menghadapi pertanyaan dari lingkungan sosial mengenai sosok ayahnya.

"Mama tanya, 'Nanti kalau misalnya dia masuk sekolah terus teman-teman sekolahnya ada yang nanya (soal bapaknya), kamu sudah siap belum?'. Di situ aku mulai berpikir, oh iya ya benar, itu sesuatu yang harus aku persiapkan," kenangnya.

Ibunda Denada, almarhumah Emilia Contessa, saat itu memberikan saran untuk mempertimbangkan tawaran dari Tante Ratih dan Om Dino (adik Emilia) yang sangat mendambakan anak laki-laki.

"Aku pikir perfect. Karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ada sosok ibu. Dia akan disayang di situ... enggak akan ada yang berani macam-macam sama dia karena tahu dia dari keluarga besar kami," ungkap Denada.

Denada merasa bahwa di Banyuwangi, Ressa akan terlindungi dari bullying karena pengaruh keluarga besar mereka di sana.

Ia menganggap hal itu sebagai "perpanjangan tangan" untuk menjaga anaknya saat ia harus bekerja di Jakarta.

Meskipun awalnya yakin bahwa rencana tersebut adalah yang terbaik, Denada mengakui bahwa seiring berjalannya waktu, muncul penyesalan yang mendalam.

Ia merasa menjadi sosok yang pengecut karena takut merusak realitas yang sudah terbentuk di benak Ressa.

"Itu benar-benar tidak di dalam plan aku sama sekali. Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia berdua sama dia gitu. Tapi terus pada saat aku dikasih tahu ada plan itu, aku merasa bahwa ini rencana yang cukup baik, tentunya dengan pemikiran bahwa oke suatu hari nanti kita akan kasih tahu sama dia."

"Jadi berat, enggak gampang untuk pisah ke Banyuwangi saja. Aku suka kangen, tuh, aku minta tolong sama ibu, suka sama Ressa minta telepon," ujarnya.

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved