Berita Selebriti
Curhat Ressa Rizky Tak Balas Pesan Denada Usai Diakui Anak, Ungkit Soal Itikad Baik
Inilah curhat Ressa Rizky Rossano tak menjawab pesan dari Denada. Hal tersebut dikatakan oleh Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Andika Meigista.
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Andika Meigista, memberikan klarifikasi terkait sikap kliennya yang terkesan menutup diri setelah pengakuan emosional Denada di berbagai media.
- Hal ini berkaitan dengan perseteruan ibu dan anak yang telah terpisah selama 24 tahun tersebut.
- Ressa merasa sangat kecewa dengan kenyataan bahwa dirinya dititipkan (yang ia anggap dibuang) selama puluhan tahun.
TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah curhat Ressa Rizky Rossano tak menjawab pesan dari Denada.
Hal tersebut dikatakan oleh Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Andika Meigista.
Setelah Denada memutuskan untuk membongkar kisah soal Ressa di podcast Feni Rose, kasus ini kembali mencuat.
Dalam podcast tersebut, Denada membenarkan dirinya mengandung Ressa saat usianya baru 20-an tahun.
Tak hanya itu, Denada juga mengakui bahwa Ressa masih ragu untuk bertemu, namun ia memahami situasi tersebut.
Menanggapi itu, kuasa hukum Ressa, Andika Meigista, mengurai alasan kliennya tak membalas pesan Denada.
Andika tak memungkiri, kliennya kadung kecewa menerima kenyataan dirinya dibuang oleh Denada.
"Betul, sudah kecewa. Bayangkan, 24 tahun bukan waktu yang sebentar, ya. Yang kedua, Ressa ini orangnya selalu hati-hati dalam menyampaikan tutur kata karena dia takut apa, ya, menjadi sesuatu yang blunder sendiri nanti ke Ressa," jelas Andika, dikutip dari YouTube STAR 7 Channel, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Reaksi Ressa Rizky Usai Denada Bantah Telantarkan Anak hingga soal Komunikasi, Rencana Akan Bertemu
Alasan ketiga, Andika mengaku pihak Ressa sudah menunggu iktikad baik Denada untuk mengajaknya bertemu saat posisinya berada di Jakarta.
"Kami dari kemarin saat kita di Jakarta itu sudah menunggu. Yang katanya mau bertemu dengan si Ressa. Tapi sampai sekarang belum ketemu. Ada, kok, WA itu dijawab, kok, sama Ressa," sambung Andika.
Ungkap Rencana Ingin Bertemu
Sementara itu, kepada kuasa hukumnya, Ressa mengakui akan bertemu dengan Denada.
"Belum ada, Ressa belum menyampaikan apa-apa ke saya, hanya info rencananya, sih, mau bertemu dengan Mbak Denada tanggal 19 Maret, insyaallah," kata Andika, dilansir YouTube Cumicumi, Rabu (18/3/2026).
Selain itu, Andika juga mengaku bingung dengan pernyataan Denada yang mengaku tidak berniat membawa Ressa ke Banyuwangi.
"Saya juga bingung dengan apa yang disampaikan oleh Mbak Dena, makanya biar tidak tambah blunder lagi, kita sampaikan di persidangan," kata Andika.
Baca juga: Melahirkan di Usia 20 Tahun, Denada Kenang Momen Persalinan Ressa Tanpa Pendamping, Akui Sendirian
Alasan Denada Titipkan Ressa ke Banyuwangi
Sebelumnya, penyanyi Denada akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait keputusannya menitipkan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk diasuh oleh keluarga bibinya di Banyuwangi selama 24 tahun.
Dalam wawancara bersama Feni Rose pada Senin (1/3/2026), Denada mengungkapkan bahwa keputusan itu lahir dari rasa bersalah dan keinginannya memberikan kehidupan "sempurna" bagi sang anak.
Denada mengaku tak berniat untuk membuang darah dagingnya sendiri sampai dianggap menelantarkan.
Denada mengakui bahwa periode setelah melahirkan Ressa adalah masa-masa terberat dalam hidupnya.
Selain harus melahirkan tanpa didampingi sosok suami, ia mengaku mengalami peristiwa traumatis yang sangat memengaruhi kondisi mentalnya saat itu.
"Ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku yang cukup berat dan menyisakan trauma secara mental," ujar Denada.
Ia merasa bersalah karena tidak mampu memberikan situasi keluarga yang ideal—ada ayah dan ibu dalam satu atap—untuk putranya yang baru lahir.
"Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia, bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran keluarga yang utuh... yang terbaik seharusnya kan buat seorang anak tumbuh ada bapak, ada ibu, di dalam satu rumah tangga," ungkap Denada dengan suara bergetar.
Denada mengaku mencemaskan masa depan Ressa, terutama saat sang anak mulai masuk sekolah dan harus menghadapi pertanyaan dari lingkungan sosial mengenai sosok ayahnya.
"Mama tanya, 'Nanti kalau misalnya dia masuk sekolah terus teman-teman sekolahnya ada yang nanya (soal bapaknya), kamu sudah siap belum?'. Di situ aku mulai berpikir, oh iya ya benar, itu sesuatu yang harus aku persiapkan," kenangnya.
Ibunda Denada, almarhumah Emilia Contessa, saat itu memberikan saran untuk mempertimbangkan tawaran dari Tante Ratih dan Om Dino (adik Emilia) yang sangat mendambakan anak laki-laki.
"Aku pikir perfect. Karena Ressa akan tumbuh di satu keluarga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ada sosok ibu. Dia akan disayang di situ... enggak akan ada yang berani macam-macam sama dia karena tahu dia dari keluarga besar kami," ungkap Denada.
Denada merasa bahwa di Banyuwangi, Ressa akan terlindungi dari bullying karena pengaruh keluarga besar mereka di sana.
Ia menganggap hal itu sebagai "perpanjangan tangan" untuk menjaga anaknya saat ia harus bekerja di Jakarta.
Meskipun awalnya yakin bahwa rencana tersebut adalah yang terbaik, Denada mengakui bahwa seiring berjalannya waktu, muncul penyesalan yang mendalam.
Ia merasa menjadi sosok yang pengecut karena takut merusak realitas yang sudah terbentuk di benak Ressa.
"Itu benar-benar tidak di dalam plan aku sama sekali. Plan aku adalah melahirkan dia, membesarkan dia berdua sama dia gitu. Tapi terus pada saat aku dikasih tahu ada plan itu, aku merasa bahwa ini rencana yang cukup baik, tentunya dengan pemikiran bahwa oke suatu hari nanti kita akan kasih tahu sama dia."
"Jadi berat, enggak gampang untuk pisah ke Banyuwangi saja. Aku suka kangen, tuh, aku minta tolong sama ibu, suka sama Ressa minta telepon," ujarnya.
Hingga saat ini, Denada masih menunggu kerelaan hati Ressa untuk memaafkannya dan membuka hati untuk bertemu.
Sebelumnya, Ressa, seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, sebelumnya muncul dan menggugat Denada secara perdata senilai Rp7 miliar melalui Pengadilan Negeri Banyuwangi sejak 26 November 2025 silam.
Dalam kemunculannya, Ressa mengaku dirinya sebagai anak kandung Denada yang selama 24 tahun ditelantarkan.
Ressa tumbuh besar dalam pengasuhan paman dan bibi Denada, Dino Rossano Hansa serta Ratih Puspita Dewi.
Denada pun telah mengakui Ressa sebagai sang putra sebelumnya, lewat unggahannya di Instagram.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Alyssa Daguise Tegur Netizen Soal Nama Anaknya 'Soleil Zephora Ghazali' Jadi Bahan Candaan: Gak Lucu |
|
|---|
| Tak Pernah Jalan Berdua Ammar Zoni, Dokter Kamelia Ungkap Pahitnya Jalani Asmara di Balik Penjara |
|
|---|
| Takut Tak Dapat Hidayah Lagi, Syahnaz Sadiqah Ungkap Alasan Haru Mantap Berhijab Usai Haji |
|
|---|
| Tak Ada Lagi Kata Rujuk, Pinkan Mambo Mantap Akhiri Rumah Tangga Siri dengan Arya Khan |
|
|---|
| Ammar Zoni Huni Sel Isolasi di Lapas Nusakambangan, Praktisi Hukum: Demi Putus Rantai Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ressa-Rizky-Rossano-pemuda-berusia.jpg)