Berita Selebriti

Melahirkan di Usia 20 Tahun, Denada Kenang Momen Persalinan Ressa Tanpa Pendamping, Akui Sendirian

Pedangdut Denada mengenang masa lalunya saat melahirkan putranya, Ressa Rizky Rossano.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Moch Krisna
Youtube/Tangkapan layar @ Feni Rose Official
DENADA SOAL KEHAMILAN - Penyanyi Denada saat hadir dalam podcast Feni Rose Official, Senin (16/3/2026). Ia menceritakan saat dirinya tengah mengandung Ressa Rizky Rossano di usia 20 tahun. 

Ringkasan Berita:
  • Penyanyi Denada membagikan kisah masa lalunya yang penuh emosi mengenai kelahiran putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano. 
  • Penjelasan ini mencuat setelah Ressa muncul ke publik dan melayangkan gugatan perdata senilai Rp7 miliar atas dugaan penelantaran selama 24 tahun.
  • Denada mengenang momen melahirkan Ressa secara normal di usia 20 tahun tanpa didampingi sosok suami. Bayinya lahir lebih awal dari waktu yang seharusnya (prematur).

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pedangdut Denada mengenang masa lalunya saat melahirkan putranya, Ressa Rizky Rossano. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Feni Rose Official, Denada mengenang momen melahirkan Ressa di usia 20 tahun. Dengan suara bergetar, ia menceritakan pengalaman yang menurutnya penuh emosi dan sedih.

Saat itu, Denada mengaku melahirkan sendirian secara normal meski kondisi bayinya belum cukup bulan. Ia bahkan menyebut sang anak lahir secara prematur.

"Aku melahirkan normal dan sebelum waktunya, tapi alhamdulillah sehat. Aku enggak tahu termasuk prematur atau tidak, ya, pokoknya sebelum waktunya,” kata Denada melalui tayangan YouTube Feni Rose Official, Senin (16/3/2026).

Setelah proses persalinan, Denada masih harus menjalani observasi beberapa hari di rumah sakit. Namun, momen tersebut sengaja dirahasiakan dari publik.

 Ia mengatakan hanya ibunya, Emilia Contessa, yang mengetahui kelahiran Ressa saat itu. Keputusan merahasiakan hal tersebut diambil karena berbagai pertimbangan.

"Aku ingat banget karena pada saat itu kita merahasiakan sekali sama Mama. Pada saat itu semua orang sudah tahu Mama itu siapa, dan aku juga berkarier, jadi enggak bisa sesering itu Mama datang melihat aku," katanya.

Lebih lanjut, Denada mengingat momen setelah melahirkan sendirian dengan perasaan yang penuh emosi dan sedih. "Jadi banyak momen aku pada saat itu benar-benar sendirian habis melahirkan, dan aku ingat pada saat itu perasaanku bercampur sekali; sedih pada saat itu, bingung, tapi bahagia alhamdulillah lahir selamat, sehat, dan aku juga merasa bangga aku bisa melakukan ini," kata Denada.

"Tapi ada rasa sedih karena enggak semestinya situasi itu yang aku berikan kepada anak aku. Mestinya situasi yang aku berikan itu ideal ada bapaknya, ada ibunya," sambungnya.

 

Alasan Denada Titipkan Ressa ke Banyuwangi

Dalam wawancara bersama Feni Rose pada Senin (16/3/2026), Denada juga mengungkapkan bahwa keputusan itu lahir dari rasa bersalah dan keinginannya memberikan kehidupan "sempurna" bagi sang anak.

Denada mengaku tak berniat untuk membuang darah dagingnya sendiri sampai dianggap menelantarkan.

Denada mengakui bahwa periode setelah melahirkan Ressa adalah masa-masa terberat dalam hidupnya. Selain harus melahirkan tanpa didampingi sosok suami, ia mengaku mengalami peristiwa traumatis yang sangat memengaruhi kondisi mentalnya saat itu. "Ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku yang cukup berat dan menyisakan trauma secara mental," ujar Denada.

Ia merasa bersalah karena tidak mampu memberikan situasi keluarga yang ideal ada ayah dan ibu dalam satu atap untuk putranya yang baru lahir. 

"Beban mental bahwa tanggung jawabku kepada dia, bahwa dia akan tumbuh besar tidak di dalam gambaran keluarga yang utuh... yang terbaik seharusnya kan buat seorang anak tumbuh ada bapak, ada ibu, di dalam satu rumah tangga," ungkap Denada dengan suara bergetar.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved