Berita Polda Sumsel

Hari Lahir Pancasila, Kapolda Sumsel Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Semangat Gotong Royong

Tahun ini Hari Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Sri Hidayatun
Polda Sumsel
HARI LAHIR PANCASILA -- Kapolda Sumsel Irjen Pol Shandi Nugroho memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026). Shandi menekankan semangat gotong royong dan peningkatan kualitas pelayanan kepada jajarannya. (Dok/Polda Sumsel). 
Ringkasan Berita:
  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Shandi Nugroho memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di lapangan apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026)
  • Tahun ini Hari Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
  • Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Shandi Nugroho memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di lapangan apel Mapolda Sumsel, Senin (1/6/2026).

Peringatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tahun ini Hari Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Irjen Pol Shandi Nugroho mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi refleksi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat peran Polri sebagai penjaga stabilitas keamanan dan perekat persatuan bangsa.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan Program Kapolda Sumsel 'Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini', yang mendorong seluruh personel untuk terus menghadirkan manfaat nyata, pelayanan terbaik, dan kepedulian kepada masyarakat dalam setiap aktivitas pengabdian," ujar Shandi.

Peringatan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta mendukung berbagai program pembangunan nasional yang berlandaskan semangat persatuan dan gotong royong.

Baca juga: Transaksi Narkoba di Halaman Masjid, Dua Pengedar Sabu di Ogan Ilir Ditangkap Polda Sumsel

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis, keadilan, persamaan hak, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Menjaga keamanan bukan hanya memastikan situasi tetap tertib, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan keadilan, perlindungan, dan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

"Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam tindakan nyata. Sebagai pelayan masyarakat, setiap personel Polri harus mampu menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya.

Saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Shandi Nugroho menegaskan Pancasila merupakan fondasi utama yang mempersatukan keberagaman Indonesia sekaligus menjadi pedoman menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam mempersatukan bangsa. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki fondasi ideologi yang kuat, yaitu Pancasila," ujarnya.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved