Berita PLN Insight

Perkuat Akselerasi Industri di Ogan Ilir, PLN Teken Kontrak Listrik 18,7 MVA dengan PT SPF

PLN Unit UP3 OGI menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) berkapasitas 18,7 MVA bersama PT SPF

Tayang:
Dokumentasi/PLN
PERKUAT AKSELERASI INDUSTRI -- PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ogan Ilir (UP3 OGI) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) berkapasitas 18,7 MVA bersama PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF). 

TRIBUNSUMSEL.COM -- PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ogan Ilir (UP3 OGI) mempertegas perannya sebagai penggerak pertumbuhan industri dengan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) berkapasitas 18,7 MVA bersama PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF). 

Kesepakatan ini menjadi fondasi operasional pabrik fibreboard baru di Ogan Ilir, sekaligus memperkuat ekosistem industri hilir berbasis sumber daya alam di Sumatra Selatan.

Penandatanganan berlangsung di lokasi proyek PT SPF dan dihadiri jajaran manajemen kedua belah pihak. Dari PLN UID S2JB, kesepakatan ditandatangani oleh Manager PLN UP3 OGI, RA Hamdatul Rovikoh, dan disaksikan oleh Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Wira Bhakti Dharma.

Sementara itu, pihak PT SPF diwakili oleh Direktur Corporate Planning & Logistic, Steven Widjaja, beserta jajaran manajemen perusahaan.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis PLN dalam memperkuat dukungan energi bagi sektor industri, sekaligus mendorong tumbuhnya manufaktur bernilai tambah di daerah.

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menegaskan bahwa kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu saat ini berada dalam kondisi yang sangat memadai untuk menopang ekspansi industri.

“Saat ini, daya mampu pasok sistem mencapai 4.977 MW, dengan beban puncak dan transfer daya sebesar 2.841 MW, sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 2.136 MW. Kondisi ini menunjukkan ruang yang sangat terbuka bagi pertumbuhan industri baru,” ujar Adhi.

Ia menambahkan, PLN mendorong pelaku industri dan dunia usaha untuk mengoptimalkan potensi kelistrikan tersebut, termasuk bagi sektor yang selama ini masih mengandalkan pembangkit sendiri (captive power).

“Kami mengajak pelaku industri untuk memanfaatkan pasokan listrik PLN yang semakin andal dan efisien, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional secara lebih optimal,” tambahnya.

Adhi juga menegaskan bahwa penyediaan daya 18,7 MVA bagi PT SPF merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong akselerasi industri di Sumatra Selatan.

“Investasi seperti yang dilakukan PT SPF akan menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat struktur industri berbasis hilirisasi,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari implementasi PJBTL, PLN akan membangun jaringan listrik sepanjang ±6 kilometer dari Gardu Induk Simpang Tiga menuju lokasi pabrik. Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan kelancaran operasional industri, dengan target penyelesaian pada Desember 2026.

Direktur Corporate Planning & Logistic PT SPF, Steven Widjaja, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam memastikan kesiapan energi bagi investasi perusahaan.

“Ketersediaan listrik yang andal menjadi faktor kunci dalam operasional kami. Kerja sama ini memberikan kepastian bagi PT SPF untuk menjalankan proses produksi secara efisien dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri pengolahan kayu nasional,” ungkap Steven.

PT Sumatera Prima Fibreboard merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri pengolahan kayu dengan fokus pada produksi medium density fibreboard (MDF), material yang banyak digunakan dalam industri furnitur dan konstruksi interior.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved