PPG

Contoh Studi Kasus PPG PAUD 2025 Terbaru, Lengkap 500 Kata, Tersedia File PDF

Artikel ini berisi contoh laporan studi kasus pendidikan profesi guru (PPG) PAUD 2025 terbaru, lengkap 500 kata, tersedia file PDF.

Tayang:
Tribun Sumsel
UKPPG - Contoh Studi Kasus PPG PAUD 2025 Terbaru, Lengkap 300 Kata, Tersedia File PDF 

TRIBUNSUMSEL.COM- Laporan studi kasus merupakan tugas yang harus dikerjakan guru peserta Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPG). Termasuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD)

Laporan studi kasus ditulis 500 kata. Dalam laporan ini, peserta harus menggambarkan pemahamannya terhadap kasus yang dihadapi dan solusi yang diusulkan. 

Bagi Anda yang membutuhkan, berikut contoh studi kasus PPG dalam jabatan guru PAUD.

File PDF Studi Kasus [DOWNLOAD]

1. Permasalahan yang Pernah Dihadapi

Di kelas B TK Nurul Ilmi, terdapat seorang anak bernama Rafi yang menunjukkan perilaku menarik diri. Setiap hari, Rafi tampak enggan berinteraksi dengan teman-temannya. Saat teman-temannya sibuk bermain peran, menyusun balok, atau menggambar bersama, Rafi justru memilih duduk menyendiri di sudut ruangan. Ketika diajak bergabung, Rafi seringkali menangis, menolak, atau menunjukkan ekspresi cemas. Hal ini menjadi perhatian guru karena kemampuan sosial Rafi tampak tertinggal dibandingkan dengan teman sekelasnya yang rata-rata sudah mulai aktif berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok.

Perilaku ini dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan sosial emosional Rafi, terutama dalam hal keterampilan berkomunikasi, kerja sama, serta rasa percaya dirinya. Guru pun merasa perlu melakukan langkah-langkah untuk membantu Rafi agar bisa berkembang lebih optimal sesuai tahap perkembangannya.

2. Upaya untuk Mengatasi Masalah

Langkah pertama yang dilakukan guru adalah melakukan observasi lebih dalam terhadap perilaku Rafi selama satu minggu. Guru mencatat kapan saja Rafi menunjukkan kecenderungan menarik diri, serta bagaimana responnya terhadap interaksi sosial yang terjadi di kelas. Guru kemudian berdiskusi dengan orang tua Rafi untuk menggali informasi lebih lanjut tentang kondisi Rafi di rumah. Dari hasil disuksi diketahui bahwa Rafi merupakan anak tunggal dan lebih sering bermain sendiri di rumah.

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi tersebut, guru mulai menerapkan beberapa strategi pendekatan. Pertama, guru mencoba mendekati Rafi secara individual untuk membangun kepercayaan diri dan rasa aman. Guru mengajak Rafi bermain berdua terlebih dahulu, seperti bermain puzzle sederhana atau membaca buku bergambar.

Kedua, guru memilihkan teman sebaya yang sabar dan penyayang untuk mendampingi Rafi bermain. Teman tersebut diarahkan secara tidak langsung untuk mengajak Rafi dalam aktivitas menyenangkan seperti bermain air atau menyusun balok.

Ketiga, guru mulai merancang kegiatan bermain kelompok yang bersifat kooperatif dan menyenangkan, seperti menanam bunga di taman sekolah, membuat karya bersama dari bahan alam, dan bermain peran menjadi penjual dan pembeli. Kegiatan ini dirancang dengan tujuan mendorong interaksi sosial secara natural.
Guru juga memberikan penguatan positif dan pujian setiap kali Rafi berani berinteraksi atau ikut serta dalam permainan kelompok. 

3. Hasil dari Upaya

Setelah sekitar dua minggu, terlihat perubahan positif dari perilaku Rafi, la mulai menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan bermain kelompok. Rafi sudah bisa bermain bersama dua hingga tiga teman, dan tidak lagi menangis saat diajak bergabung. Ia juga terlihat tersenyum dan menunjukkan ekspresi bahagia ketika berhasil menyusun menara balok bersama teman-temannya. Guru dan orang tua menyambut perkembangan ini dengan penuh syukur.

Baca juga: Contoh Tugas Refleksi Modul 3 PPP Topik 6 Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PPG Kemenag 2025

Baca juga: Cara Lapor Diri PPG Daljab 2025 Tahap 3 di LPTK Beserta 11 Dokumennya, Batas Akhir 25 September

Baca juga: 35 Soal Tes Akhir Modul/TAM Modul Pedagogik PAI PPG Kemenag 2025 dan Jawaban

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Tribunsumsel

Baca artikel dan berita lainnya di google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved