Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 305 308 Kurikulum Merdeka, Bab 10

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 305 308 Kurikulum Merdeka, Bab 10. Buku ditulis Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati, KemendikbudRistek 2021.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati
KUNCI JAWABAN - Grafis ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 305 308 Kurikulum Merdeka. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati. (KemendikbudRistek 2021).  

E. Sunan Giri

10) Berikut ini yang bukan merupakan ragam metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati dalam proses Islamisasi tanah Jawa, yang memiliki standar ganda sebagai seorang raja sekaligus sebagai seorang ulama adalah….

A. Metode muidlah hasanah/nasihat-nasihat yang baik
B. Metode al-hikmah/menggunakan cara-cara yang bijaksana
C. Metode takfiri yaitu menganggap kafir orang yang tidak satu iman
D. Metode ta’awun yaitu saling tolong menolong dan berbagi ketugasan
E. Metode tadarruj/berjenjang, tingkatan belajar seorang murid (pesantren)

Kunci Jawaban:

A. Metode muidlah hasanah/nasihat-nasihat yang baik

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1) Mengapa para Wali Songo dalam berdakwah menggunakan pendekatan tadrij dan 'adamul haraj? Jelaskan!

Kunci Jawaban:

Wali Songo dalam berdakwah menggunakan pendekatan tadrij dan 'adamul harai

  • Tadrij (bertahap)

Tidak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, segala sesuatu melalui proses penyesuaian, bahkan sering bertentangan dengan Islam. Misalnya tradisi minum tuak, kepercayaan animisme dan dinamisme, maka secara bertahap, hal tersebut diluruskan oleh para wali dengan metode dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian.

  • 'Adamul Haraj (tidak menyakiti)

Para wali tidak menyebarkan ajaran Islam dengan mengusik tradisi asli masyarakat Nusantara, bahkan tidak mengusik agama dan kepercayaan mereka, namun memperkuatnya dengan cara-cara yang islami. Para wali menyadari betul ciri khas Nusantara yang beragam suku, multi etnis, beragam budaya, dan ragam bahasa merupakan anugerah Allah Swt. yang tiada tara. Oleh karena itulah para wali mensyukuri dengan tidak merusak budaya yang telah ada dengan mengatasnamakan Islam, namun justru merawat, memperkaya serta memperkuat budaya Nusantara, agar bisa berdiri sejajar dengan peradaban dunia yang lain. I

2) Mengapa Sunan Kudus memutuskan melarang untuk menyembelih sapi pada saat pelaksanaan hari raya Idul Adha di wilayah Kudus dan sekitarnya? Jelaskan!

Kunci Jawaban:

Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada umat Hindu, pada saat Hari Raya Idul Adha, Sunan Kudus tidak memperbolehkan umat Islam untuk menyembelih sapi, hewan yang dianggap keramat dan suci bagi umat Hindu. Hal tersebut rupanya justru menjadikan masyarakat Hindu menjadi bersimpati, sehingga mereka benar-benar segan dan menaruh rasa hormat kepada Sunan Kudus. Hal itulah yang kemudian sedikit demi sedikit membuat umat Hindu dan Budha tertarik untuk mendalami Islam.


3) Bagaimanakah strategi Sunan Bonang dalam melakukan upaya penyebaran Islam di wilayah pulau Jawa, khususnya wilayah Tuban dan sekitarnya? Jelaskan!

Kunci Jawaban:

Sunan Bonang dalam melakukan upaya penyebaran Islam di wilayah pulau Jawa, khususnya wilayah Tuban dan sekitarnya, yaitu memanfaatkan salah satu alat musik tradisional yang ada di Jawa Timur yaitu bonang yang merupakan salah satu instrument dalam set gamelan Jawa dan menciptakan suluk/syair-syair yang berisi ajaran-ajaran Islam, kemudian disenandungkan dengan diiringi alunan musik gamelan tersebut.

4) Mengapa Sunan Gresik menghapuskan sistem kastanisasi yang merupakan tradisi yang berasal dari ajaran agama Hindu sebelumnya? Jelaskan!

Kunci Jawaban:

Maulana Malik Ibrahim tergerak untuk melakukan perbaikan, karena dalam ajaran Islam, pengelompokan manusia berdasarkan kasta merupakan kerusakan moral dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, di mana tidak ada yang membedakan derajat satu orang dengan orang yang lain melainkan ketakwaannya kepada Allah Swt.


5) Bagaimanakah pendapatmu, terhadap cara-cara dakwah kontemporer dengan menggunakan propaganda media sosial, yang di dalamnya banyak terdapat ujaran kebencian, memaki-maki, kasar dan tidak beradab baik kepada sesama muslim maupun kepada umat lain? Jelaskan!

Kunci Jawaban:

Berdakwah hendaklah dilakukan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai moral keagamaan, penuh dengan norma dan sopan santun serta menghindari tindakan kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh para Wali Songo, diteladani dalam Nilai nilai pancasila dan NKRI sebagai negara yang beragam suku bangsa agama ras bahasa dll.

===

*) Disclaimer:
Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Demikian Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 305 308 Kurikulum Merdeka, Bab 10.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Bab 10 Halaman 323 325, Peradaban Islam pada Masa Modern

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 8 Halaman 243 Kurikulum Merdeka Essay Bab 9

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
Live
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved