Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Pelatihan Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta,Modul 7.6 Cinta Tanah Air - Bagian 6

Kunci Jawaban Pelatihan Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta,Modul 7.6 Cinta Tanah Air - Bagian 6. Referensi bagi peserta.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati
KUNCI JAWABAN - Grafis ilustrasi kunci jawaban Pelatihan Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 2026, Modul 7.6 Cinta Tanah Air - Bagian 6. Pelatihan KBC di Pintar Kemenag 2026 berlangsung 7 hari, 22 hingga 28 April 2026. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia mengadakan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). 

Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di Pintar Kemenag 2026 berlangsung 7 hari selama 50 jam pelatihan (JP), 22 hingga 28 April 2026.

Ada 8 section yang diberikan selama sesi pelatihan berlangsung. Di antaranya Cinta Tanah Air pada section 6 yang terdiri dari enam sesi. 

Pada akhir sesi, peserta diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan. 

Pada artikel berikut Tribunsumsel.com menyajikan Kunci Jawaban Pelatihan Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 2026, Modul 7.6 Cinta Tanah Air - Bagian 6 yang bisa dijadikan referensi bagi peserta pelatihan.

Kunci Jawaban Kurikulum Berbasis Cinta, Pintar Kemenag 2026 berikut diolah dari channel YouTube Madrosatuna diakses Kamis, 23 April 2026. 

_____________

Kunci Jawaban Modul 7.6 Cinta Tanah Air - Bagian 6 Pintar Kemenag 2026


1 dari 10 soal

"Cinta tanah air sebagai manivestasi iman", makna dari pernyataan ini adalah...

A orang yang tidak beriman tidak akan mencintai tanah ainya
B cinta tanah air sebagian dari iman
C wilayah yang aman dan damai merupakan sarana utama bagi umat untuk menjalankan perintah agama dengan tenang
D semua prosesi dan prakti peribadatan dilaksanakan di tanah air

Kunci Jawaban: 

C wilayah yang aman dan damai merupakan sarana utama bagi umat untuk menjalankan perintah agama dengan tenang

2 dari 10 soal

Mengapa Natsir memilih menyerang "pikiran" lawan dan bukan "pribadi lawan?

A Agar perdebatan tetap fokus pada solusi bangsa dan tidak terjebak dolon sentimen emosional yang merusak
B Karena menyerang pribadi adalah strategi yang terlalu mudah dan tidak menantang.
C Karena ia tidak memiliki informasi pribadi tentang lawan politiknya
D Agar ia tetap terlihat populer di depan media massa sebagai tokoh yang lemah lembut

Kunci Jawaban:

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved