Berita Palembang

Bakal Gelar Parade 1.000 Perahu Ketek, Disbudpar Sumsel Matangkan Agenda Wisata 2026

Disbudpar Sumsel sedang mematangkan agenda wisata tahun 2026. Salah satu agenda adalah rencana parade 1.000 perahu ketek.

Tayang:
sripoku/Fajri Ramadhoni
BALAP KETEK -- Sejumlah peserta Balap Ketek Bajemo Open Race Season III di Dusun III, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu melakukan persiapan perlombaan, Senin (25/8/2025). Terbaru, Disbudpar Sumsel sedang menyiapkan parade 1.000 Perahu ketek sebagai bagian agenda wisata tahun 2026, 

Ringkasan Berita:
  • Disbudpar Sumsel sedang mematangkan agenda wisata tahun 2026
  • Salah satu agenda adalah rencana parade 1.000 perahu ketek bertepatan dengan Haul Ki Marogan
  • Ketua DPD ASITA Sumsel, Feby Yoland Effendy, menyoroti peluang health tourism yang mulai dilirik sebagai produk wisata baru Sumsel

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mematangkan agenda wisata tahun 2026 dengan menggandeng para pelaku usaha pariwisata. 

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sapta Pesona Lantai 3, yang menghadirkan organisasi pariwisata seperti Masata, ASITA, ASPPI, serta perwakilan hotel dan travel.

"Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana Parade 1.000 Ketek (Getek) yang akan digelar pada 11 Januari 2026, bertepatan dengan Haul Ki Marogan ke-125," kata Kabid Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sumsel Sido Santoso, Senin (8/12/2025) 

Menurutnya, Parade Ketek akan menempuh rute dari Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Kimarogen dengan durasi perjalanan sekitar satu jam.

Sejauh ini sudah terdata sekitar 500 ketek, dan ditargetkan mencapai 1.000 ketek. 

"Ini menarik karena penyebaran Islam di Ki Marogan terjadi melalui jalur sungai. Namun sebelum kegiatan tersebut, pada 12 Desember 2025 juga akan ada event Kampung Iwak Fest," katanya. 

Baca juga: Baru Kenal dari Facebook, IRT di Palembang Ditipu Pria Kenalannya Saat Bertemu, Motor Dibawa Kabur

Untuk itu para pelaku industri pariwisata diimbau untuk menangkap peluang dengan merancang paket wisata khusus, terutama untuk wisatawan dari negara tetangga.

"Kita juga punya Aplikasi Giwang, platform digital informasi wisata Sumsel. Saat ini 17 kabupaten/kota telah mulai mengisi data destinasi ke dalam aplikasi tersebut," katanya. 

Menurutnya, Giwang ini sangat mumpuni, hanya saja belum dioptimalkan. Maka diharapkan hotel dan pelaku usaha bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan layanan mereka.

Sementara itu Ketua Masata Sumsel, Herlan Asfiudin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Palembang ini hidup dari event. Bukan dari perkebunan atau minyak. Maka supaya ramai, event harus diperbanyak dan dikemas secara nasional maupun internasional,” kata Babe sapaan akrabnya.

Sedangkan Ketua DPD ASITA Sumsel, Feby Yoland Effendy, menyoroti peluang health tourism yang mulai dilirik sebagai produk wisata baru Sumsel.

Namun menurutnya, diperlukan standardisasi dan kesiapan ekosistem pariwisata.

“Kita harus tahu apa yang mau dijual, medical tourism, wellness, traditional health, atau lifestyle improvement. Hotel juga harus mendukung dengan menu dan paket sehat. Rumah sakit dan spa juga harus tersertifikasi dengan baik,” kata Feby.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved