Sumsel Siapkan Siaga Darurat

LIPSUS : Sumsel Siapkan Status Siaga Darurat, Warga Pinggir Sungai Mulai Amankan Dokumen Penting

Menurut ASN guru ini, banjir musiman tidak terduga. Apabila hujan dengan intensitas tinggi dan waktu antara 2 -4 jam maka potensi banjir cukup besar.

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
Pemprov Sumsel
Rekapitulasi Kejadian Bencana Provinsi Sumatera Selatan 

Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh memicu kewaspadaan di Sumsel.
  • Lubuklinggau dan OKU menjadi fokus karena kerawanan banjir kiriman, sementara BPBD Sumsel bersiap menaikkan status Siaga Darurat menghadapi puncak hujan Februari 2026.
  • BMKG dan WALHI mengingatkan potensi curah hujan tinggi dan menilai peningkatan bencana sebagai bencana ekologis.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tragedi banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh beberapa hari terakhir, mengingatkan kembali apa yang pernah dialami Abdullah setahun lalu.

Warga RT 12, RW 04, Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan (Sumsel) ini hampir saja kehilangan seluruh harta benda akibat banjir yang menghantam rumahnya.

"Tidak separah di Padang, Medan, dan Aceh, memang. Tapi cukup trauma mengingat kejadian itu," kata Abdullah saat ditemui Tribun Sumsel, Kamis (27/11/2025) lalu.

Tak mau kejadian itu terulang, sekarang juga Abdullah mengamankan barang-barang berharga, termasuk dokumen penting seperti surat-surat tanah, kendaraan, ijazah, dan lainnya.

Menurut pria yang berprofesi guru ini, loteng rumah yang cukup tinggi bisa menjadi solusi sementara.

Menurut ASN guru ini, banjir musiman tidak terduga. Apabila hujan dengan intensitas tinggi dan waktu antara 2 -4 jam maka potensi banjir cukup besar.

Setidaknya begitu pengalamannya selama menempati rumah di komplek RRS Sriwijaya Kelurahan Sekar Jaya.

"Yang agak menyulitkan itu mengamankan alat-alat furniture yang rawan air, perabotan seperti kursi, meja, lemari dan dipan itu memang sulit dimankan saat terjadi banjir dadakan," katanya. 

Menurut penjelasan Camat Baturaja Timur, Doni Heridadi  SSTP MSi, ada beberapa titik rawan banjir di wilayahnya, yakni Jalan Pancur Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur dan depan kantor KUA Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Dekat Jembatan Ogan 4 Tanjung Baru, Desa Terusan, Kelurahan Kemelak Bindung Langir, Kelurahan Speancar Lwang Kulon, Seputaran Akper Baturaja, Kompek Helindo Baturaja Permai, dan Komplek RSS Sriwijaya. Camat mengakun terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk antisipasi musibah banjir. 

"Kami mengimbau agar warga menjaga lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya agar tidak menyumbat saluran-saluran air dan berdampak banjir di saat musim hujan," katanya.

Sementara itu, Bupati OKU, H Teddy Meilwasnysah SSTP MM MPd menegaskan sudah membentuk tim Satgas bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk mengantisipasi musibah banjir.

Bersama Kalaksa BPBD OKU, Januar Effendy M Ikom sudah melakukan pemetaan daerah-daerah rawan banjir di Kabupaten OKU. 

“Saya sudah wanti-wanti kepada camat, lurah, kades agar segera mitagasi, kita punya pengalaman pahit musibah banjir ini 80 persen penduduk OKU terdampak banjir. Kita berharap kedepan OKU terhindar dari bencana banjir dan bencana  alam lainnya,” kata Teddy.

Kata dia, saat ini di Kabupaten OKU sudah ada  alat pendeteksi banjir. Alat bernama Level Gauge BPBD OKU bisa diakses umum.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved