Pemalak Palembang Bunuh Sopir Ditangkap

Komunitas Sopir Lampung dan Palembang Bakal Sweeping, Jika Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Penikaman

Para Sopir Luar Palambang Resah, Pelaku Penikamanan Sopir Truk di Macan Lindungan Belum Seluruhnya Ditangkap

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
OLAH TKP -- Polisi saat melakukan olah TKP penusukan sopir truk asal Lampung Tengah yang tewas pada hari Senin (24/11/2025) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus pemalakan dan penikaman sopir truk Al Kodirin di Simpang Macan Lindungan membuat para sopir luar Palembang resah
  • Komunitas LTC mendesak aparat menuntaskan kasus dan memperkuat pengamanan di titik rawan.
  • Komunitas sopir siap membantu penindakan jika situasi tak membaik, sekaligus mengimbau sopir untuk berani melapor ke polisi.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus pemalakan yang berujung penikaman hingga menewaskan sopir truk bernama Al Kodirin (44), warga Lampung yang terjadi di kawasan Simpang Macan Lindungan, Palembang, pada Senin (24/11/2024) malam hingga kini masih menjadi perhatian.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Komunitas Lampung Truck Community (LTC), Aden Kusuma Wijaya berharap semua pelaku penusukan terhadap Al Kodirin di Simpang Macan Lindungan segera tertangkap.

Bukan tanpa sebab, kini para sopir truk dari luar Palembang resah atas kasus tersebut.

Untuk itu, Aden ingin ikut memastikan penangan kasus ini.

Seperti diketahui, polisi menebut telah mengamankan dua dari empat terduga pelaku, sementara dua lainnya masih buron.

"Kami sudah cek ke Polrestabes, dan ternyata baru dua tertangkap. Masih ada dua pelaku lain yang buron," ujar Aden, Jumat (28/11/2025).

Baca juga: Pasca Sopir Truk Tewas Ditikam Pemalak di Macan Lindungan, Satpol PP Siagakan 5 Petugas Patroli

Baca juga: Sikap Tegas Kapolrestabes Palembang Usai Sopir Asal Lampung Tewas Ditikam Pemalak di Macan Lindungan

Ia menjelaskan Al-Kodirin, sopir truk yang meninggal pada Senin lalu, merupakan anggota aktif LTC dan menjabat sebagai koridor wilayah Jember.

Aden menyebut komunitas sopir Lampung dan di Palembang siap membantu aparat jika tindakan pencegahan tidak berjalan baik. 

"Kalau situasi makin sering terjadi dan tidak ada penindakan, kami bergabung dengan komunitas di Palembang siap lakukan operasi senyap ‘sarung hitam’, dengan melakukan sweeping," katanya.

Aden menilai, aksi pemalakan bisa terjadi karena kurangnya pengamanan di titik rawan dan pelaku memanfaatkan kesempatan.

"Kalau ada pos polisi atau pos pantau yang dijaga, mungkin kejadian seperti ini bisa dicegah," katanya.

Ia berharap wilayah Palembang bisa menjadi area yang aman bagi para sopir dan bebas dari aksi premanisme.

Aden mengimbau para sopir untuk tidak takut membuat laporan resmi ke polisi.

 

 

 

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung dalam Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved