Berita Palembang
Diduga Ingkar Janji Menikah & Minta Aborsi, Oknum Polisi Polres Muratara Dilaporkan ke Polda Sumsel
Seorang oknum anggota Polri berinisial F (22) dilaporkan ke SPKT Polda Sumatera Selatan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual
Penulis: andyka wijaya | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- Seorang oknum anggota Polri yang berdinas di Polres Muratara berinisial F (22) dilaporkan Polda Sumatera Selatan.
- Laporan dilayangkan oleh seorang wanita berinisial DN (23), warga Kabupaten Muratara, atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang mengakibatkan dirinya kini tengah hamil lima bulan.
- Selain mengelabui korban dengan dokumen pengajuan nikah dinas palsu, oknum polisi tersebut juga dituding sempat memaksa korban untuk melakukan aborsi.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang oknum anggota Polri berinisial F (22) dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual.
Laporan tersebut dibuat oleh DN (23), warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Korban mengaku mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh terlapor setelah dijanjikan akan dinikahi.
Peristiwa yang dilaporkan itu disebut terjadi di sebuah hotel di Jalan Radial, Kelurahan 26 Ilir I, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 00.05 WIB.
Kepada petugas piket pengaduan, DN menjelaskan bahwa dirinya dan terlapor menjalin hubungan asmara.
Sebelum kejadian, terlapor menjemput korban di tempat kos dengan alasan mengajak makan malam.
Namun, korban justru diajak menuju sebuah hotel di Jalan Radial.
Setelah memesan kamar hotel, terlapor mengajak korban menginap.
Korban mengaku sempat menolak, tetapi terlapor disebut marah sehingga membuat korban ketakutan dan akhirnya menuruti keinginannya.
Di dalam kamar hotel, korban mengaku dipaksa melakukan hubungan layaknya suami istri.
Korban menyebut tindakan itu disertai ancaman sehingga dirinya terpaksa menuruti keinginan terlapor.
Peristiwa serupa disebut berulang kali terjadi setiap kali keduanya bertemu.
Akibat hubungan tersebut, korban kini tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar lima bulan.
Korban mengaku setelah mengetahui dirinya hamil, terlapor meminta agar kandungan tersebut digugurkan.
Namun, korban menolak meski disebut kerap mendapat ancaman.
| Ribuan Mahasiswa di Palembang Bakal Gelar Aksi Demo, Tolak MBG Hingga Desak Evaluasi Kelangkaan BBM |
|
|---|
| Dari Bangku SD hingga Menjadi Orang Tua, BNI Mengiringi Perjalanan Finansial Dinda |
|
|---|
| Bak Terbengkalai, Atap Dermaga 7 Ulu Palembang Banyak Hilang, Diduga Jadi Sasaran Pencuri Besi |
|
|---|
| Gelar FGD, Kelompok Perempuan Dorong Transisi Energi Inklusif di Sumsel |
|
|---|
| Update Harga Karet Sumsel Per Jumat 12 Juni 2026: Intip Rincian Lengkap Kadar KKK 30-70 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/mahasiswi-ngaku-dukun-ilustrasi-hamil.jpg)