Berita Palembang
Tergiur Promo Emas dan iPhone Murah, 4 Warga Palembang Rugi Puluhan Juta, Ternyata Akun IG Diretas
Kepada petugas, para korban menjelaskan bahwa pelaku diduga mengambil alih akun Instagram yang memiliki banyak pengikut.
Penulis: andyka wijaya | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Empat warga Palembang menjadi korban penipuan online melalui akun Instagram yang diretas, setelah tergiur promo emas dan iPhone murah, dengan total kerugian lebih dari Rp43 juta.
- Pelaku diduga mengambil alih akun Instagram yang memiliki banyak pengikut, lalu menawarkan barang fiktif dan meminta korban mentransfer uang ke rekening tertentu.
- Selain korban penipuan, seorang pemilik akun Instagram juga melapor karena akunnya diretas dan digunakan pelaku untuk mengunggah promosi palsu tersebut.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Sedikitnya empat warga Kota Palembang menjadi korban penipuan online yang diduga dilakukan melalui akun Instagram yang telah diretas.
Para korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah tergiur penawaran emas dan iPhone dengan harga murah yang dipromosikan melalui akun media sosial tersebut.
Tak terima menjadi korban, empat warga Palembang berinisial Afionida Arumi alias AA (26), Reggina Sharu Amanda alias RSH (23), Siska Amellia alias SA (21), dan Lili Pitriyani alias LP melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Rabu (10/6/2026).
Kepada petugas, para korban menjelaskan bahwa pelaku diduga mengambil alih akun Instagram yang memiliki banyak pengikut.
Setelah berhasil meretas akun tersebut, pelaku mengunggah promosi penjualan emas dan program tebus murah iPhone 17 Pro Max dengan dalih perayaan anniversary toko.
Korban yang melihat unggahan tersebut kemudian menghubungi akun Instagram yang diyakini sebagai akun resmi pemilik usaha.
Setelah berkomunikasi melalui pesan pribadi dan WhatsApp, korban diminta mentransfer sejumlah uang sebagai pembayaran atau tanda jadi pembelian.
Salah satu korban, Afionida Arumi, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp13,8 juta setelah mentransfer uang ke rekening Bank Syariah Indonesia atas nama Nabila Khoerunnisa untuk pembelian emas.
"Saya percaya karena akun Instagram tersebut terlihat meyakinkan. Setelah uang ditransfer, saya baru mengetahui bahwa pemilik akun sebenarnya tidak pernah menjual emas dan akun tersebut ternyata telah diretas," ujar Afionida.
Baca juga: Cara iPhone Black Market Dapat Sinyal, Ternyata Pakai Data Paspor WNA, Bayar Rp250 Ribu Per 3 Bulan
Korban lainnya, Reggina Sharu Amanda, juga mengalami kerugian senilai Rp13,8 juta.
Ia baru menyadari adanya penipuan setelah menemukan nomor WhatsApp yang digunakan pelaku berbeda dengan kontak resmi yang tertera pada akun Instagram asli.
Sementara itu, Siska Amellia dan Lili Pitriyani menjadi korban dalam modus penjualan iPhone 17 Pro Max dengan program tebus murah.
Keduanya tergiur karena harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasaran.
Setelah mentransfer uang sebesar Rp7,8 juta ke rekening yang diarahkan pelaku, barang yang dijanjikan tidak kunjung dikirim.
Pelaku bahkan terus meminta tambahan uang dengan berbagai alasan hingga akhirnya korban menyadari telah menjadi sasaran penipuan.
Akibat kejadian tersebut, total kerugian yang dialami keempat korban mencapai lebih dari Rp43 juta.
Akun Instagram Diretas
Pada hari yang sama, seorang warga Palembang lainnya berinisial WHA (24) juga melapor ke Polrestabes Palembang terkait dugaan tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Dalam laporannya, WHA mengaku akun Instagram miliknya telah diretas oleh orang tak dikenal.
Ia mengetahui kejadian itu setelah menerima notifikasi melalui email yang memberitahukan adanya perubahan akses pada akun miliknya.
"Saat dicek menggunakan akun milik adik saya, ternyata akun Instagram saya sudah memposting promosi emas dan iPhone murah tanpa sepengetahuan saya," ungkapnya.
Menurut WHA, unggahan tersebut menawarkan program tebus murah emas dan iPhone bagi dua orang tercepat.
Ia memastikan seluruh promosi tersebut bukan dibuat olehnya dan diduga digunakan pelaku untuk menjerat calon korban lainnya.
Kasus ini menunjukkan bagaimana pelaku kejahatan siber memanfaatkan akun media sosial yang telah diretas untuk memperoleh kepercayaan calon korban. Dengan menggunakan identitas akun yang sudah dikenal publik, pelaku leluasa menawarkan barang fiktif dan mengarahkan korban mentransfer uang ke rekening tertentu.
Sementara itu, Anggota Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Hendra Yuswoyo membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan online dan peretasan akun media sosial tersebut.
"Laporan akan segera kami serahkan ke Unit Pidana Umum dan Pidana Khusus Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Ini Daftar 7 Nama Calon Komisioner KPID Sumsel Terpilih yang Diserahkan ke Gubernur untuk Dilantik |
|
|---|
| Mengenal Muhamad Suryadi, Bankir Profesional Asli Sumsel yang Dipercaya Jadi Dirut Bank Sumsel Babel |
|
|---|
| Alami Hipertensi Akibat Kecapekan, Ratu Dewa Minta Warga Palembang Doakan Kesembuhan Prima Salam |
|
|---|
| Update Harga Karet Selasa 9 Juni 2026, Intip Rincian Harga Berdasarkan Kadar KKK |
|
|---|
| Sempat Kejar-kejaran, Mahasiswi di Palembang Jadi Korban Jambret, Uang Kuliah Rp 1 Juta Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tergiur-Promo-Emas-dan-iPhone-Murah-4-Warga-Palembang-Rugi-Puluhan-Juta-Ternyata-Akun-IG-Diretas.jpg)