Harga Sembako di Sumsel
Keluhan Emak-emak di Palembang Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Drastis, Dampak Rupiah Melemah
Seperti pantauan Tribunsumsel.com di pasar Lemabang sejumlah barang kebutuhan pokok naik mulai dari beras, minyak dan lain sebagainya.
Penulis: Angga Azka | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Harga kebutuhan pokok di Palembang alami kenaikan cukup drastis akibat rupiah melemah terhadap dollar
- Seperti pantauan Tribunsumsel.com di pasar Lemabang sejumlah barang kebutuhan pokok naik mulai dari beras, minyak dan lain sebagainya.
- Para Ibu rumah tangga mengeluhkan kenaikan bahan pokok yang terus melonjak ini
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Imbas melemahnya rupiah terhadap dollar membuat harga berbagai kebutuhan pokok termasuk di Palembang melonjak dratis.
Akibat kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok di pasaran membuat warga mengeluh dan menjerit dengan keadaan ini.
Seperti pantauan Tribunsumsel.com di pasar Lemabang sejumlah barang kebutuhan pokok naik mulai dari beras, minyak dan lain sebagainya.
Salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) Nina mengaku saat ini semakin pusing untuk mengatur keuangan karena bahan pokok (sembako) melonjak drastis.
"Saya biasanya beli yang Rp 20 kilo merek Topi Koki, dengan harga Rp 330.000 sekarang sudah Rp 370.000 ampun sudah jauh banget naiknya," ujar Nina.
Nina mengaku kenaikan ini serasa tidak wajar karena ini langsung berdampak kepada masyarakat kecil.
"Saya saja masyarakat yang tergolong berkecukupan, sangat berdampak apalagi masyarakat yang hanya memenuhi kebutuhan sehari-harinya miris sekali ekonomi untuk saat ini," tutupnya.
Salah satu IRT Jannah juga turut mengeluhkan naiknya bahan pokok, menurutnya saat ini membawa uang Rp 50.000 kepasar sudah tidak ada artinya.
"Saya bawak Rp 50.000 dahulu banyak bisa beli cabai, bisa untuk makan dua hari sekarang ini cuman dapet 2 macem ayam setengah kilo, dengan harga Rp 15.000 beli beras Rp 25.000 untuk 2 kilo habis belum termasuk bumbunya itu," ucapnya.
Menurutnya pemerintah harus menstabilkan harga sembako di Palembang untuk bisa menyelamatkan masyarakat untuk tetap bisa makan.
Menurutnya penstabilan harga kebutuhan pokok sembako sangat diperlukan karena tidak hanya anak sekolah yang butuh makan namun masyarakat juga butuh makan.
"Sekarangkan program MBG untuk anak anak itu anggarannya besar ya, jadi mintak tolong sama pemerintah Republik Indonesia untuk turunkan sedikit harga sembako kurangi dana MBG untuk menyelamatkan kami emak emak," ujarnya.
Baca juga: Daftar Harga Sembako di Pasar Plaju Palembang 9 Juni 2026, Cabai Merah Keriting Rp 50 Ribu/ Kilo
Sebagai emak emak yang langsung terdampak dari melemahnya rupiah dan kebutuhan bahan pokok.
Melemahnya rupiah yang memicu inflasi ini juga memantik kritik dari emak-emak terkait penyaluran bantuan sosial yang lambat dan tidak tepat sasaran.
"Inikan ekonomi lagi susah ya bantuan bantuan seperti PKH, bantuan beras itu sangat diperlukan saat ini tolong pemerintah kami emak emak juga pengen makan makanan yang bergizi," tutupnya.
| Warga Lubuklinggau Keluhkan Harga Sembako Naik, Bawang Merah Tembus Rp 70 Ribu/ Kilo |
|
|---|
| Daftar Harga Sembako di Pasar Plaju Palembang 9 Juni 2026, Cabai Merah Keriting Rp 50 Ribu/ Kilo |
|
|---|
| Daftar Harga Sembako di Pasar Kayuagung 8 Juni 2026, Tepung Terigu Naik Tajam Jadi Rp 14.000/ Kilo |
|
|---|
| Update Harga Sembako di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Telur Ayam Anjlok Tapi Beras Kompak Naik |
|
|---|
| Update Harga Sembako di Pasar 7 Ulu Palembang 1 Juni 2026, Daging Ayam Naik Jadi Rp 35 Ribu/ Kilo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/harga-sembako-di-pasar-lemabang-Palembang-alami-kenaikan.jpg)