Pengedar Sabu Tewas Saat Digerebek

Pengedar Sabu di Palembang Tewas, Lompat Dari Atap Ruko Saat Digerebek, Pemilik Dikenal Tertutup

Penggerebekan aktivitas sabu-sabu itu terjadi pada hari Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Polrestabes Palembang
PENGGEREBAKAN - Lokasi Penggerebekan. Pengedar Sabu di Palembang Tewas, Lompat Dari Atap Ruko Saat Digerebek, Pemilik Dikenal Tertutup 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas transaksi sabu di kawasan Jalan Mayor Ruslan, Sekip Jaya, Palembang tak diketahui warga karena pelaku dikenal tertutup.
  • Penggerebekan polisi menewaskan satu pengedar berinisial DW saat kabur, serta menangkap empat orang lainnya dengan barang bukti 11,8 gram sabu.
  • Ketua RT setempat mengaku terkejut karena ruko tersebut sebelumnya tampak normal dan bahkan digunakan warga untuk parkir.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aktivitas pengguna ataupun transaksi narkoba jenis sabu-sabu di Jalan Mayor Ruslan, RT 01, RW 01, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning ternyata tak terendus oleh warga dan Ketua RT setempat.

Sebab salah satu pelaku yang merupakan penghuni rumah dikenal sebagai orang yang tertutup.

Penggerebekan aktivitas sabu-sabu itu terjadi pada hari Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dimana satu orang pengedar berinisial DW tewas setelah nekat kabur dari kejaran petugas dengan lompat dari atap ruko.

Dari penggerebekan tersebut polisi mengamankan empat orang masing-masing berinisial DJ (52), M (43), HS (29), dan MN (48).

Adapun barang bukti sabu seberat 11,8 gram dan alat hisap dan timbangan.

Saat wartawan Tribunsumsel.com dan Sripoku.com melihat lokasi ruko yang menjadi tempat pelaku menikmati sabu-sabu sekitar, bangunan ruko itu memiliki rolling door warna merah yang terkunci.

Lokasinya di pinggir jalan dan berhimpitan dengan ruko lain seperti rumah makan, laundry dan klinik dokter gigi.

Toyib (60) Ketua RT setempat mengatakan, rumah tersebut dihuni oleh pelaku DJ alias Defis.

Penghuni rumah tersebut dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sehingga aktivitas apa yang ada di dalam tidak diketahui.

"Orangnya tertutup dia ini saya sering ngontrol di lingkungan terus ngobrol sama orang ruko di sebelahnya. Tapi kalau di Defis ini tidak pernah untuk sekedar ngajak ngobrol," ujar Toyib saat dijumpai, Jumat (3/4/2026) sore.

Baca juga: Pengedar Sabu di Palembang Tewas Usai Lompat Dari Atap Ruko Saat Digerebek Polisi, 4 Orang Ditangkap

Baca juga: Polrestabes Palembang Ringkus Buruh Pengedar Narkoba di Gandus, Simpan Sabu dalam Helm

Sebelumnya, DJ tinggal bersama istri dan anaknya yang memang asli warganya sejak lama. Namun semenjak satu tahun terakhir, sang istri dan anaknya pergi meninggalkan rumah tersebut.

"Entah pisah atau bagaimana sepertinya sudah satu tahunan istrinya tidak kelihatan lagi. Kalau istrinya ramah, sering belanja ke warung di belakang dan interaksi sama warga. Bangunan itu masih atas nama orangtua istrinya," katanya.

Ia mengaku sama sekali tidak menyangka kalau ruko tersebut menjadi tempat transaksi narkoba dan mengkonsumsi narkoba oleh DJ bersama teman-temannya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved