Berita Palembang
Geram Sering Hilang Uang, Warga Jakabaring Palembang Pasang Baliho 'Dilarang Melepas Tuyul'
Warga Jalan Gub. H.A. Bastari, Loroang Budi Mulia II, RT 026/06, Kecamatan Jakabaring, Palembang, memasang baliho soal dugaan tuyul.
Penulis: andyka wijaya | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Warga Jalan Gub. H.A. Bastari, Loroang Budi Mulia II, RT 026/06, Kecamatan Jakabaring, Palembang, memasang baliho soal dugaan tuyul.
- Baliho ini dipasang sebab banyak warga kesal sering hilang uang hingga jutaan rupiah selama beberapa tahun ini.
- Warga berharap dengan adanya baliho ini dapat memberi efek tenang sebab isu tuyul dirasa sudah cukup meresahkan.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Resah sering hilang uang, warga Jalan Gub. H.A. Bastari, tepatnya di Lorong Budi Mulia II, RT 026/06, Kecamatan Jakabaring, Palembang, kompak memasang baliho soal adanya dugaan warga yang memelihara tuyul.
Tak tanggung-tanggung, baliho itu berisi sindiran ke warga yang diduga memelihara tuyul, sebab sudah beberapa tahun terakhir di kawasan ini sering hilang uang secara misterius.
"Himbauan!!! Barang siapa yang merasa memelihara makhluk ini, jangan dilepas di Kampung ini. Kalau masih menggangu di kampung ini?...." tulis isi baliho tersebut lengkap dengan gambar tuyul.
Mamad (42), salah satu warga setempat mengaku kejadian hilang uang di kampungnya tersebut tidak hanya dialami satu atau dua orang, melainkan hampir seluruh warga di kawasan tersebut.
Kehilangan uang secara misterius itu telah lama dirasakan oleh warga di sini.
"Sudah lama, sudah hampir tiga tahun lebih warga di sini sering kehilangan uang tanpa jejak, kerap terjadi di dalam rumah. Uang yang sebelumnya dihitung pada malam hari sebelum tidur masih utuh, berkurang pada pagi harinya," ungkap Mamad, Jumat (27/3/2026) siang.
Sambung Mamad, nominal uang warga yang hilang bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan rupiah.
"Kalau yang kecil sudah tidak terhitung lagi. Tapi yang besar pernah sampai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Saya juga pernah merasakannya, dan warga di sini hampir semuanya pernah merasakan," bebernya.
Mamad juga mengatakan, seperti pengalaman tetangganya yakni Kartini, yang di mana dirinya menabung uang di kotak kayu untuk keperluan pembangunan rumahnya.
Namun saat dibuka, uang yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 juta, hanya tersisa sekitar Rp150 ribu.
"Makanya kami pasang baliho ini, supaya yang merasa memelihara tuyul sadar dan tidak melepasnya di kampung kami atau berhenti memelihara makhluk gaib. Kalau hilang di jalan mungkin wajar, tapi ini di dalam rumah tanpa jejak atau kerusakan, itu yang bikin kami bingung. Kami cuma ingin hidup tenang, cari uang itu susah, jadi tolong jangan ada lagi kejadian seperti ini," tutupnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Pemkot Palembang Bakal Gelar Car Free Night di Jalan Kolonel Atmo, Soft Launching Pada 4 April 2026 |
|
|---|
| 9 Bulan Buron, Pemuda di Palembang Ditangkap Usai Rampas iPhone dan Lukai Korbannya |
|
|---|
| Sering Jadi Korban KDRT dan Tak Diberi Nafkah, Ibu Muda di Palembang Laporkan Suaminya ke Polisi |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar 10 Ulu Palembang Terpantau Normal, Namun Disebut Pedagang Stok Sulit Didapat |
|
|---|
| DKP Kecam Vandalisme Mural di Palembang, Minta Pelaku Ditindak Tegas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tuyul-di-jakabaring-palembang.jpg)