Pegawai Bawaslu OKU Selatan Tewas

Hasil Autopsi Jenazah Maria Simaremare, Staf Bawaslu OKU Selatan Tewas di Kosan, Leher Luka Parah

Polisi membeberkan hasil autopsi Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU Selatan yang tewas secara tragis di rumah kontrakannya.

Instagram/Tangkapan layar @bawaslu.sumse
STAF BAWASLU TEWAS - Staf Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) OKU Selatan ditemukan tewas di Jalan Pemkab OKU Selatan, Rabu (25/3/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Hasil autopsi Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU Selatan yang ditemukan tewas dengan luka memar, lecet, hingga 33 jahitan di rumah kontrakannya.
  • Ditemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras.
  • Saat ini Polres OKU Selatan sedang bergerak menyelidiki lebih lanjut dan memburu pelaku.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Polisi membeberkan hasil autopsi Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU Selatan yang tewas secara tragis di rumah kontrakannya, Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan untuk mengetahui luka yang dialami dan penyebab kematian korban.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, pada pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter forensik, jenis luka yang dialami korban bervariasi.

Mulai dari memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga.

"Pada pemeriksaan luar terdapat luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri. Terdapat luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi. Terdapat bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah. Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, terdapat pucat pada ujung jari dan kaki, serta luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan," tutur Nandang, Jumat (27/3/2026).

Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat.

Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras.

Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.

Baca juga: 5 Fakta Maria Staf Bawaslu OKU Selatan Ditemukan Tewas Luka di Leher di Kosan, Tinggal Sendirian 

OLAH TKP -- Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan korban di Perumahan Bukit Berlian, Muaradua, Rabu (25/3/2026). Secara kasat mata, korban ditemukan dengan luka di bagian leher yang diduga akibat benda tajam dan masih dalam penyelidikan.
OLAH TKP -- Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan korban di Perumahan Bukit Berlian, Muaradua, Rabu (25/3/2026). Secara kasat mata, korban ditemukan dengan luka di bagian leher yang diduga akibat benda tajam dan masih dalam penyelidikan. (Dokumentasi/Polres OKU Selatan)

Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah.

Nandang menambahkan, saat ini Polres OKU Selatan sedang bergerak menyelidiki lebih lanjut dan memburu pelaku.

"Setelah diautopsi, jenazah dikembalikan ke keluarganya. Saat ini Satreskrim Polres OKU Selatan terus menyelidiki pelakunya," katanya.

Kronologi Jenazah Ditemukan

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan Maria Simaremare (38) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.

Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved